Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Stok Kebutuhan Pokok di Kudus Dipastikan Aman Jelang Ramadhan

Sejumlah pembeli tengah memilih sayuran di pasar tradisional di Kudus. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Stok kebutuhan pokok masyarakat Kudus dipastikan aman menjelang bulan puasa. Walau memang, harga sejumlah komoditas kini masih berfluktuasi.

Kepala Bidang Fasilitasi Perdagangan, Promosi, dan Perlindungan Konsumen pada Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Imam Prayitno mengatakan, pihaknya telah melakukan survei lapangan. Hasilnya, semua komoditas pokok masih aman.

“Mulai dari beras, minyak goreng, gula, bawang putih, bawang merah, cabai, daging hingga telur ayam tersedia dalam jumlah yang aman. Jadi tidak ada masalah menjelang bulan puasa nanti,”katanya, Kamis (1/4/2021).

Stok yang tersedia sendiri, lanjut Imam adalah stok berjalan yang dimiliki oleh masing-masing pedagang besar di Kabupaten Kudus. Sehingga ketersediaannya memang naik turun.

“Tapi masih cukuplah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” lanjutnya.

Imam merincikan, untuk komoditas beras di pasaran kini tersedia mencapai 4.500 ton. Sementara untuk stok di Gudang Bulog di Kudus mencapai 1.250 ton. “Jumlah terebut belum termasuk penyerapan gabah petani,” ujarnya.

Kemudian untuk stok berjalan komoditas gula pasir, kini mencapai 375 ton. Lalu stok minyak goreng sebanyak 240.000 liter, dan bawang putih 35 ton yang tersimpan di gudang sejumlah distributor.

“Kalau komoditas bawang merah, stok di pasaran tersedia 38 ton. Sedangkan daging ayam mencapai 36 ton, daging sapi 22 ton, dan kerbau sebanyak 12 ton,” rinci Imam.

Komoditas seperti cabai besar tersedia sebanyak 30 ton, cabai rawit sebanyak 38 ton, dan telur 58 ton. “Kalau jagung juga masih tersedia sebanyak 320 ton,” terangnya.

Oleh karena itulah pihaknya meminta masyarakata tak perlu khawatir dengan ketersediaan komoditas pokok di Kabupaten Kudus.

Sementara terkait naiknya harga komoditas seperti cabai, saat ini merupakan hal lumrah. Komoditas tersebut dan kelompok sayur memang sering kali berfluktuasi dengan menyesuaikan suplai dan permintaan.

“Kalaupun ada komoditas yang harganya melonjak, maka bisa diambil langkah-langkah penanganan dengan operasi pasar,” tandasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...