Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Belum Terima Data Lagi, DKK Kudus Kebingungan Vaksinasi Covid-19 untuk Atlet

Vaksin Sinovac diberikan kepada tenaga kesehatan di RS Aisyiyah Kudus belum lama ini. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus sampai hari ini belum mendapatkan data tambahan atlet yang hendak divaksin. Alhasil, DKK Kudus kebingunan perihal jumlah dosis yang harus disiapkan untuk menyuntik vaksin ke atlet.

Kasi Surveilen dan Imunisasi DKK Kudus Aniq Fuad mengaku belum tahu jumlah atlet yang akan divaksin lagi. Sebelumnya, sudah ada 192 atlet dan pelatih PB Djarum yang divaksin beberapa waktu lalu.

Namun, setelah vaksinasi terhadap 192 atlet itu, pihak DKK belum mendapatkan lagi data atlet yang hendak divaksin.

Padahal, DKK Kudus sudah mengirimkan surat sejak Februari 2021 lalu kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kudus. Surat tersebut berisi permintaan data atlet yang ada di Kudus.

“Yang sudah itu baru kemarin 192 atlet itu. Yang lain belum punya lagi terkait data atlet di Kudus, KONI belum memberi,” katanya, Rabu (31/3/2021).

Menurut Aniq, pihaknya sejauh ini justru mendapatkan info dari KONI Jateng. Setelah pendataan terhadap 192 atlet, pihak DKK mendapatkan informasi dari KONI Jawa Tengah bahwa ada 46 atlet lagi yang diprioritaskan untuk divaksin.

Sebanyak 46 atlet itu merupakan atlet proyeksi Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua. Mereka berasal dari beberapa daerah yang saat ini sedang menggelar pemusatan latihan di Kudus.

Sebanyak 46 atlet itu terdiri dari lima atlet voli pantai, 24 atlet hoki, dan 17 atlet bulu tangkis. Namun, menurut Aniq 46 atlet itu belum tahu akan divaksin kapan.

“Tergantung ketersediaan vaksin. Karena saat ini kami fokus ke lansia terlebih dahulu,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua KONI Kudus hasil musorkablub, Imam Triyanto mengatakan baru membahas hal ini Selasa (30/3/2021) malam. Pihaknya mengaku surat yang diberikan oleh DKK terkait permintaan data jumlah atlet saat itu masih diterima oleh kepengurusan KONI era Antoni Alfin.

“Baru kami bahas semalam. Kalau surat dari DKK Februari lalu kan yang menerima bukan saya. Tapi KONI yang sebelumnya,” katanya, Rabu (31/3/2021).

Lebih lanjut, Imam juga sudah mendapatkan surat dari KONI Jawa Tengah. Menurut dia jika mengacu pada surat tersebut pihaknya akan memprioritaskan 46 atlet terlebih dahulu.

“Kami utamakan yang 46 dulu untuk persiapan PON. Kalau atlet yang lainnya belum tahu. Nanti koordinasi dengan DKK Kudus dulu,” terangnya.

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...