Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Puluhan Pengguna Jalan di Jepara Terjaring E-Tilang, Kebanyakan Pemakai Sepeda Motor

Para pegendara kendaraan bermotor saat berhenti di perempatan lampu merah. (MURIANEWS)

MURIANEWS, Jepara – Puluhan pelanggar lalu lintas di Jepara terekam kamera tilang elektronik atau E-TLE dalam kurun waktu sepekan terakhir. Pelanggaran yang terjadi kebanyakan dilakukan oleh para pengendara sepeda motor.

Kasatlantas Polres Jepara AKP Doddy Triantoro melalui Kaurbinops Lantas Polres Jepara, IPTU Sri Retno Biyanti menyatakan, saat ini proses e-tilang masih diidentifikasi. Selanjutnya pemberitahuan mengenai adanya pelanggaran ini diteruskan ke para pelanggar masing-masing.

Pelanggaran-pelanggaran yang terjadi dan terekam CCTV, di antaranya adalah adanya pengendara sepeda motor yang tidak mengenakan helm. Kemudian juga ada yang terindentifikasi, plat nomornya sudah kadaluwarsa.

Di luar itu juga ada pelanggaran mengenai terhadap marka jalan. Sedangkan untuk pengendara kendaraan roda empat, pelanggaran yang muncul dan teridentifikasi adalah tidak mengenakan sabuk pengaman dan menggunakan handphone saat mengendarai mobil.

“Kami sudah melakukan proses konfirmasi bagi masing-masing pelanggar yang sudah teridentifikasi CCTV. Kami sampaikan sesuai identitas kendaraan bermotor, dan selanjutnya menunggu konfirmasi dari masing-masing pelanggar,” ujar IPTU Sri Retno Biyanti, Rabu (31/3/2021).

Surat pemberitahuan E-Tilang menurut IPTU Sri Retno Biyanti disampaikan sesuai dengan identitas yang didasarkan pada plat nomer kendaraan bermotor yang tertangkap layar. Gambar tangkapan layar dari CCTV akan dikirimkan ke alamat yang sesuai dengan STNK kendaraan yang tertangkap melakukan pelanggaran. Selanjutnya penerima pemberitahuan tilang diminta untuk melakukan konfirmasi.

Konfrmasi ini dilakukan untuk memastikan bahwa kendaraan yang tertangkap kamera CCTV apakah masih menjadi milik sendiri atau apakah sudah dijual. Jika tidak ada respon, maka pada akhirnya STNK kendaraan yang dimaksud akan dilakukan pemblokiran. Pemblokiran baru bisa dibuka setelah ada penyelesaian dilakukan terkait pelanggaran E-Tilang.

“Jadi prosesnya seperti itu. Namun yang jelas, semua pelanggaran yang teridentifikasi CCTV akan diproses sesuai ketentuan. Polres Jepara sendiri sampai saat ini masih terus melakukan sosialisasi terkait penerapan E-Tilang ini,” jelas  IPTU Sri Retni Biyanti.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...