Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Wujudkan Jateng Ijo Royo-Royo, CDK2 Pati Tanam Ratusan Pohon

Kepala CDK 2 Pati Puji Harini menanam bibit bersama dengan Kades Panggungroyom (MURIANEWS/Cholis Anwar)

MURIANEWS, Pati – Sebagai upaya untuk mewujudkan program Jateng Ijo Royo-Royo, Cabang Dinas Kehutanan (CDK) 2 Pati melakukan penanaman ratusan pohon kehutanan. Penanaman dilakukan di Desa Panggungroyom, Kecamatan Wedarijaksa.

Kepala CDK2 Pati Puji Harini mengatakan, Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo memang tengah mencanangkan program Jateng Ijo Royo-Royo. Program itu dicanangkan karena masih banyak wilayah tandus yang ada di Jateng, termasuk di Kabupaten Pati.

“Kami yang bergerak di Wilayah Pati, merespon program tersebut dengan melakukan penanaman pohon. Kami memilih Desa Panggungroyom, karena di desa ini masing sangat kurang untuk tanaman kehutanan. Bahkan kondisinya juga sangat panas,” katanya, Rabu (31/3/2021).

Selain itu, di desa tersebut juga sering terjadi banjir. Sehingga dengan adanya tanaman hutan ini, setidaknya dapat mengantisipasi adanya banjir tersebut. Apalagi, pihaknya juga mendapatkan CSR dari PT Jiale Tekstil Indonesia, Jepara berupa 350 bibit tanaman kehutanan.

“Pohon kehutanan ini juga sangat penting karena dapat menyimpan air. Sehingga ini nanti sangat bermanfaat bagi masyarakat,” imbuhnya.

Dirinya juga meminta kepada masyarakat atau pun Karangtaruna desa setempat akan membantu merawat bibit pohon yang sudah di tanam itu. Karena yang sulit itu memang merawat.

“Butuh keterlibatan bersama semua elemen masyarakat untuk mewujudkan Jateng Ijo Royo-Royo. Karena kalau bibit sudah di tanam, tetapi tidak dirawat dengam baik, nantinya juga tidak membuahkan output yang maksimal,” ungkapnya.

Sementara Kepala Desa Panggungroyom Hadi mengatakan, dengan adanya bantuan bibit tahaman kehutanan itu sangat membantu pihak desa. Sebab, di pinggi-pinggir jalan memang tidak ada tanamannya.

“Bibit ini kami tanam di sepanjang jalan desa, termasuk juga sepanjang jalan menuju lapangan. Kalau sudah besar, nanti kan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat juga, termasuk bisa menjadi aset desa,” tutupnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...