Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Tujuh Titik Jalan Rusak di Grobogan Bakal Diperbaiki, Dananya Rp 46,5 Miliar

ILUSTRASI

MURIANEWS, Grobogan – Sebanyak tujuh ruas jalan rusak di Grobogan akan diperbaiki pada tahun ini. Anggaran perbaikan berasal dari dana alokasi khusus (DAK) APBN dan bantuan provinsi (Banprov) Jateng sebesar Rp 46,5 miliar.

Rinciannya, untuk DAK sebesar Rp 18,7 miliar dan Banprov Rp 27,8 miliar.

Untuk perbaikan jalan dengan DAK lokasinya di tiga titik. Yakni, jalan Bendungan-Mojo, di Kecamatan Penawangan dan Karangrayung dengan anggaran Rp 8,7 miliar, jalan Pengkol-Bendungan di Kecamatan Penawangan (Rp 2,1 miliar), dan jalan Manggarmas-Pahesan di Kecamatan Godong (Rp 7,9 miliar).

Sedangkan kegiatan peningkatan jalan dengan anggaran dari Banprov ditempatkan di empat titik. Yakni, jalan Dimoro-Sedadi di Kecamatan Toroh (Rp 7 milkar), jalan Geyer-Jambangan di Kecamatan Geyer (Rp 3,8 miliar), jalan Tegowanu-Tunjungharjo di Kecamatan Tegowanu (Rp 7 miliar), dan jalan Tuko-Mlowokarangtalun di Kecamatan Pulokulon (Rp 10 miliar).

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Grobogan Wahyu Tri Darmawanto mengatakan, untuk kegiatan perbaikan jalan dengan APBD 2021 melalui Dana Alokasi Umum (DAU) anggarannya sekitar Rp 2,85 miliar. Dana sebesar ini akan digunakan untuk melaksanakan kegiatan perbaikan jalan di sembilan titik.

Yakni, jalan Kapung-Glapan dengan anggaran Rp 200 juta, Jalan dalam kota Geyer di Kecamatan Geyer (Rp 200 Juta), jalan Glapan-Penadaran di Kecamatan Gubug (Rp 700 juta), jalan Jeketro-Karangrayung di Kecamatan Karangrayung (Rp 500 juta), jalan Gabus-Karangrejo du Kecamatan Gabus (Rp 300 juta), dan Jalan dalam kota Gubug di Kecamatan Gubug (Rp 400 juta).

Sedangkan tiga titik lainnya ditempatkan pada ruas jalan di dalam kota Purwodadi. Yakni, jalan Parikesit sebesar Rp 170 juta, jalan Soponyono VI (Rp 180 juta), dan jalan Taman Makam Pahlawan (Rp 200 juta).

“Sejumlah titik perbaikan itu sebelumnya sudah dialokasikan pada tahun anggaran 2020. Namun, karena ada realokasi anggaran, perbaikan baru bisa dialokasikan pada tahun 2021 ini,” katanya.

Wahyu menambahkan, kegiatan peningkatan jalan di Kabupaten Grobogan terkendala seiring adanya pandemi Covid-19. Sebab, kondisi ini mengakibatkan sebagian anggaran untuk infrastruktur dialihkan buat penanganan Covid-19.

“Kalau tidak ada pandemi, lebih banyak ruas jalan yang bisa diperbaiki. Untuk tahun depan, kami usulkan lebih banyak ruas jalan yang diperbaiki. Saat ini, kami masih terus menginventarisasi jalan-jalan yang memang perlu mendapat prioritas. Mohon masyarakat bersabar,” katanya.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...