Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Jualan Obat Aborsi via Online, Pria Lulusan SMP di Grobogan Diringkus Polisi

Kapolres Grobogan AKBP Jury Leonard Siahaan menunjukkan barang bukti obat-obatan tanpa izin edar yang diamankan dari pelaku. (MURIANEWS/Dani Agus)

MURIANEWS, Grobogan – Seorang pria tamatan SMP, pelaku penjual obat yang diduga untuk aborsi diamankan anggota Satnarkoba Polres Grobogan. Pelaku yang diamankan ini diketahui bernama Salafuddin (29), warga Kecamatan Purwodadi, Grobogan.

Kapolres Grobogan AKBP Jury Leonard Siahaan mengungkapkan, penangkapan pelaku berawal dari informasi masyarakat yang mengabarkan jika di salah satu kantor ekspedisi di kota Purwodadi sering digunakan untuk transaksi pengiriman sediaan farmasi tanpa izin edar.

Informasi itu ditindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan dan akhirnya berhasil mengamankan seorang pria yang diduga hendak mengirimkan paket.

Setelah dilakukan penggeledahan, anggota berhasil menemukan delapan paket amplop warna cokelat yang berisi beberapa jenis sediaan obat-obatan tanpa izin edar. Dari keterangan pelaku, barang tersebut diakui miliknya dan akan dikirimkan melalui jasa ekspedisi.

Selanjutnya, pelaku dibawa ke Mapolres guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Kemudian, anggota juga melakukan penggeledahan di rumah pelaku dan menemukan cukup banyak barang bukti berupa beberapa jenis obat tanpa izin edar.

“Total barang bukti beberapa jenis pil yang kita temukan sekitar 1.938 butir. Selain itu, kita sita barang bukti berupa ATM dan buku tabungan serta satu unit HP,” jelasnya, saat jumpa pers, Selasa (30/3/2021).

Menurut kapolres, obat-obatan itu diduga dijual sebagai obat aborsi. Pelaku menjual obat-obatan itu secara online.

Namun, saat menawarkan barang, pelaku menyebutkan jika barang yang dijual itu merupakan obat untuk memperlancar haid.

“Atas perbuataannya, pelaku akan kita jerat dengan pasal 196 subsider pasal 197 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Adapun ancaman hukumannya 10 sampai 15 tahun,” katanya.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...