Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Pemerintah Larang Mudik Lebaran, Pengusaha Bus Jepara Mumet

Aparat kepolisian saat mengatur arus lalu lintas di musim mudik dan balik Lebaran 2019. (istimewa)

MURIANEWS, Jepara – Kebijakan Pemerintah yang melarang masyarakat mudik lebaran, membuat kalangan pengusaha bus di Jepara diliputi situasi serba tak menentu. Ini lantaran, mudik lebaran menjadi momen yang ditunggu-tunggu para pengusaha transportasi.

Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Jepara, Samsul Arifin, menyatakan, larangan mudik yang sudah ada memang membuat kalangan pengusaha angkutan sudah kelimpungan.

Masalah ini diakuinya sudah menimbulkan kegelisahan di kalangan pengusaha penyedia jasa angkutan. Tidak ada mudik, maka sudah dipastikan rejeki dari bisnis ini akan terpengaruh.

Organda Jepara sendiri sudah melakukan pembahasan terkait hal ini. Banyak bos-bos penyedia jasa transportasi yang mengadu ke Organda. Hal itu membuat dirinya merasa ‘pusing’, bagaimana bisa mendapatkan jalan keluarnya. Dari pembahasan-pembahasan yang dilakukan, belum ada sebuah solusi atau jalan keluar yang jelas terkait pelarangan mudik lebaran ini.

”Bagaimana ya, soal ini (Pelarangan mudik-red) memang bikin pusing saja. Padahal lebaranya juga masih jauh. Kami sudah membahas soal ini, pada beberapa hari terakhir ini. Kami akui ini membuat jadi serba salah,” ujar Samsul Arifin, Selasa (30/3/2021).

Dari pembahasan-pembahasan yang sudah dilakukan, Organda Jepara, akhirnya memutuskan untuk menyampaikan surat ke Organda Pusat. Pihaknya berharap agar keputusan pemerintah bisa ditinjau kembali oleh pemerintah.

Selain itu, sampai saat ini, petunjuk tehnis mengenai kebijakan ini juga belum ada. Sehingga situasinya memang membuat kalangan pengusaha transportasi kebingungan hingga saat ini.

Sebenarnya, para pengusaha transportasi sudan menyiapkan diri terkait kegiatan transportasi yang menerapkan protokol kesehatan. Jika pemerintah tidak melarang mudik, penerapan protokol kesehatan dalam kegiatan transportasi siap dilaksanakan dengan disiplin tinggi. Soal ini para pengusaha transportasi sudah menyiapkan diri.

”Kondisinya memang serba membingungkan. Harapan kami, tentu saja, pemerintah tetap mengizinkan mudik. Karena masih dalam situasi pandemi, kami tentu juga siap menerapkan protokol kesehatan ketat. Kami siap menjalankan itu,” tegas Samsul Arifin.

Terpisah, Bupati Jepara Dian Kristiandi meminta agar warga Jepara yang berada di luar daerah tetap mematuhi aturan pemerintah pusat, terkait larangan mudik lebaran ini. Pandemi Covid-19 masih terjadi, dikuatirkan bisa memperburuk keadaan jika tetap mudik.

Upaya-upaya penanganan yang sudah dilakukan pemerintah dalam menangani Covid-19 bisa kembali dari awal, jika mudik tetap dipaksakan.

“Saya kira mari kita sama-sama bersabar dulu. Ditunda dulu mudiknya. Kita sama-sama prihatin tentu saja. Tapi mau bagaimana lagi. Pandemi Covid-19 memang belum berakhir, dan kita harus sama-sama tetap berhati-hati. Sementara, lebaran tahun ini kangennya ditahan dulu,” ujarnya.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...