Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Refocusing Anggaran untuk Penanganan Covid-19 Jepara Capai Rp 105 Miliar

Bupati Jepara Dian Kristiandi saat melakukan monitoring kegiatan Satgas Jogo Tonggo, di Desa Sekuro, Mlonggo, Jepara. (MURIANEWS/Budi Erje)

MURIANEWS, Jepara – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara merencanakan anggaran senilai Rp105 miliar untuk penanganan Covid-19  tahun 2021. Alokasi ini direncanakan berasal dari refokusing anggaran APBD Jepara 2021.

Kepala Badan Pengelolaan Anggaran dan Aset Daerah (BPKAD) Jepara, Ronji menyatakan, pemerintah pusat menginstruksikan dilakukanya refokusing anggaran untuk pandemi. Ini lantaran pandemi yang belum berakhir, tetap menjadi prioritas pemerintah.

Sesuai dengan pembahasan yang sudah dilakukan, dari Rp 105 miliar tersebut sebesar Rp 30,7 miliar dipotong oleh pemerintah pusat. Angka ini merupakan dana di pos Dana Alokasi Umum (DAU). Dengan demikian dana trsebut akan dikelola oleh Pemerintah Pusat.

Sedangkan sisanya sebesar Rp 74,3 miliar akan dikelola Pemkab Jepara, melalui program-program refokusing yang sudah disusun masing-masing OPD ((Organisasi Perangkat Daerah).

“Untuk alokasi paling besar yang dilaksanakan Pemkab Jepara, akan diarahkan untuk bidang kesehatan. Dalam hal ini Dinas Kesehatan akan melaksanakan kegiatan-kegiatan dengan anggaran total senilai Rp 39,2 miliar,” ujar Ronji, Rabu (30/3/2021).

Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Jepara menurut Ronji akan melakukan lanjutan program vaksinasi Covid-19. Serta tetap melakukan penanganan langsung terkait Covid-19. Dari situ, ia memastikan alokasi biayanya akan cukup besar.

Sedangkan anggaran lainnya, akan dilakukan kegiatan sosialisasi yang akan dilaksanakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo). Untuk kegiatan sosialisasi dialokasikan anggaran sebesar Rp 473 juta. Sedangkan sisanya sebesar Rp 34,6 miliar akan ditambahkan ke pos BTT (Biaya Tak Terduga) Penanganan Covid-19. Sebelumnya untuk BTT sudah ada anggaran sebesar Rp 10 miliar.

”Kenapa anggaran BTT dialokasikan banyak, hal ini karena pos BTT bisa memberi keleluasaan dalam penggunaannya. Misalnya kalau ada kekurangan untuk keperluan vaksinasi, maka bisa diambilkan dari pos ini,” jelas Ronji.

Sementara itu, Bupati Jepara Dian Kristiandi, menyatakan, proses refokusing anggaran yang sudah dilakukan didasarkan pada aturan yang disampaikan pemerintah pusat. Pemkab Jepara dalam hal ini selalu tegak lurus dengan anturan yang ada.  Paling utama adalah, melakukan refokusing dengan memangkas anggaran-anggaran hibah dan infrastruktur yang tidak begitu menjadi prioritas utama.

Terkait dengan pemulihan ekonomi, memang didalam agenda refokusing tidak dialokasikan secara khusus. Namun dalam hal ini bukan berarti tidak ada penanganan yang dilakukan Pemkab Jepara. Sebab, masing-masing OPD yang berkaitan dengan masalah ekonomi, sudah menganggarkan di masing-masing pos anggarannya. Sehingga masalah pemulihan ekonomi sudah ter-cover melalui program-program non refokusing yang sebelumnya sudah disusun.

”Kita sudah susun refokusing itu. Pembahasan dan pengkajiannya sudah selesai dilakukan. Tinggal  penyelesaian akhir untuk bisa segera dilaksanakan,” kata Dian Kristiandi

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...