Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Ratusan Pelanggar Terekam E- TLE di Kudus, Tak Pakai Helm Hingga Langgar Marka

Petugas melakukan pemantauan E-TLE di ruang TMC Polres Kudus. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Ratusan pelanggar lalu lintas terekam kamera tilang elektronik atau E-TLE dalam kurun waktu sepekan terakhir. Ratusan pelanggar tersebut kedapatan melanggar di lima titik kamera E-TLE yang sudah terpasang di Kabupaten Kudus.

Lima titik kamera telah dipasang di traffic light Bejagan Kudus, Penthol Kudus, Barongan, Simpang Tujuh, dan traffic light DPRD Kudus.

Sebagian pelanggar juga terekam melalui KOPEK (Kamera Portable Penindakan Pelanggaran Kendaraan Bermotor), yang digunakan anggota Satlantas saat berpatroli.

Kaur Bin Ops (KBO) Satlantas Polres Kudus Iptu Upoyo menyebut, pelaksanaan E-TLE ditujukan untuk menertibkan pengendara yang berlalu lintas di di Kota Kretek.

Meski mendapat prokontra dari masyarakat, menurutnya banyak masyarakat yang menilai E-TLE lebih efektif. Lantaran dalam penindakan pelanggaran akan lebih adil dan tidak pandang bulu.

“Jadi sekarang siapaun yang melanggar akan terekam CCTV tidak pandang bulu, itu siapa. Karena sekarang sudah menggunakan sistem,” katanya, Selasa (30/3/2021).

Dari pantauan MURIANEWS di Traffic Management Center (TMC) Polres Kudus, Aiptu Ahmadi dan Briptu Firmanzah sebagai petugas pemantauan E-TLE, nampak dengan teliti memantau sejumlah kendaraan yang melalui kamera E-TLE.

Aiptu Ahmadi merincikan, dalam sepekan sekitar 200-an pengendara kedapatan sudah melanggar peraturan lalu lintas kasat mata. Mulai tidak memakai helm, melanggar marka jalan, tidak pakai aksesoris lengkap seperti spion, hingga tak mengenakan sabuk pengaman.

“Satu harinya bisa 15-30an pelanggar yang terekam CCTV, paling banyak itu tidak memakai helm sama melanggar marka. Kendalanya itu terkadang ada yang tidak ada pelat nomornya dan pelat nomornya kadang silau terkena sinar matahari, jadi kurang jelas,” ungkapnya.

Sementara Briptu Firmanzah mengatakan, dari jumlah tersebut sekitar 100 orang di antaranya sudah dikirim surat konfirmasi yang berisi identitas pelanggar, jenis pelanggaran, hingga foto lengkap saat melanggar. Sisanya masih dalam proses pengiriman.

“Ada 50 persennya yang sudah kami konfirmasi, mereka diberi waktu 14 hari untuk datang mengonfirmasi kembali. Saat ini baru ada lima pelanggar yang sudah melakukan konfirmasi dan ada juga yang kendaraanya sudah berpindah tangan,” pungkasnya.

 

Reporter : Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...