Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Belasan Rumah di Gulang Kudus Diterjang Lisus, Genting Beterbangan Warga Ketakutan

Sejumlah warga nampak membenahi rumah yang diterjang puting beliung. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Bencana lisus atau angin puting beliung melanda wilayah Kabupaten Kudus, Senin, (29/3/2021) sore. Meski tak ada korban jiwa, namun atap belasan rumah warga di Desa Gulang, RT 6 RW 2, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus porak-poranda akibat terjangan angin.

Dari pantauan MURIANEWS di lapangan nampak sejumlah warga, hingga relawan bergotong royong membenahi atap rumah warga yang rusak. Terlihat pula sebagian warga juga membersihkan serpihan bekas pecahan genting yang tercecer.

Musnah (45), salah seorang warga setempat mengatakan, saat angin puting beliung menerjang rumahnya, dirinya tengah berada dalam sendirian. Seketika itu juga sebagian besar genting rumahnya terbang terhempas angin.

“Itu sekitar 14.30 WIB, saya baru nyapu di dalam. Tiba-tiba suara berisik genting glodak-glodak, terus saya lari sembunyi di pojokan rumah karena takut kejatuhan. Tapi alhamdulillah tidak ada yang kena orang,” katanya.

Senada Widiastuti (30) warga lainya juga terdampak adanya angin puting beliung. Meski menurutnya kerusakannya tak separah seperti rumah milik Musnah.

“Punya saya cuma sebagian, ini sudah diperbaiki. Tadi memang sekitar asar kejadiannya, tiba-tiba ada angin puting beliung datang dari arah selatan,” ungkapnya.

Kemudian, lanjut dia, sejumlah warga banyak yang lari keluar rumah lantaran takut rumahnya roboh. Bahkan, dirinya sempat melihat hingga tiga putaran angin yang membawa sampah-sampah plastik yang berterbangan.

“Genting pada berhamburan. Kejadiannya itu cepat, setelah itu ada hujan sebentar, tapi enggak begitu deras,” jelasnya.

Sementara Kepala Desa Gulang Aris Subkhan mengatakan, akibat dari angin puting beliung itu sedikitnya ada 11 rumah warga yang mengalami kerusakan pada atap. Angin tersebut menerjang ke sebagian kompleks permukiman di desanya.

“Itu di RT 6 RW 2 ada 11 rumah yang gentingnya pada pecah berhamburan. Setelah itu angin mengarah ke tambak,” ucapnya.

Beruntung tidak ada korban jiwa pada saat angin puting beliung menerjang permukiman warga itu. Namun diperkirakan kerugian akibat kerusakan tersebut ditaksir mencapai Rp 10 juta.

“Tidak ada korban jiwa, kerugiaan 11 rumah akibat atap genting pecah dan berhampuran itu sekitar Rp 8-10 juta,” ujarnya.

Untuk menanganinya, saat ini sejumlah warga dan relawan bergotong royong untuk membenahi dan membersihkan puing-puing. Pihaknya juga meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus untuk memotong pohon kering di sekitarnya.

“Ada pohon kering agak besar, untuk antisipasi agar tidak membahayakan,” pungkasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...