Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Waktunya Tinggal Dua Hari, Ini Sanksi Jika Tak Lapor SPT Pajak

Petugas KPP Pratama Kudus melayani masyarakat. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Dua hari lagi merupakan deadline bagi wajib pajak perorangan untuk melapor Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan atau yang akrab disebut SPT Tahunan. Jika tidak melaporkan, wajib pajak akan dikenai sanksi administratif berupa denda.

Diketahui, wajib pajak perorangan ditarget melapor SPT Tahunan 31 Maret 2021. Sedangkan untuk wajib pajak badan usaha 31 April 2021.

Jika terlambat melaporkan SPT Tahunan, wajib pajak perorangan didenda Rp 100 ribu. Sementara wajib pajak badan usaha didenda Rp 1 juta.

Kepala KPP Pratama Kudus Muhammad Andi Setijo Nugroho mengatakan, ada mekanisme yang diberlakukan sebelum wajib pajak dikenakan sanksi administratif terlambat lapor SPT Tahunan.

“Kami persuasif. Tidak langsung serta merta kami sanksi bagi yang belum lapor SPT Tahunan. Mekanismenya nanti ada surat tagihan pajak dengan nominal sekian bagi wajib pajak yang terlambat lapor,” katanya, Senin (29/3/2021).

Dia menambahkan, ada beberapa mekanisme persuasif yang dilakukan oleh Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Kudus kepada wajib pajak yang telat lapor. Yakni dengan memberi surat kepada wajib pajak.

“Kami melayangkan surat tagihan pajak bagi yang terlambat lapor. Di situ nanti ada keterangan bahwa wajib pajak ini ada keterlambatan lapor. Nanti kalau masih belum lapor setelah kami beri surat tagihan pajak, kami beri surat paksa. Jadi ada mekanismenya. Intinya kami persuasif,” terangnya.

Menurut dia, setelah ada surat paksa dan wajib pajak masih belum melaporkan SPT Tahunan akan ada penyitaan berupa aset yang dimiliki wajib pajak. Namun, menurut Andi tahapan itu tidak akan dilakukan jika wajib pajak masih dapat diajak untuk persuasif.

“Intinya kami persuasif dan lakukan konfirmasi dulu ke wajib pajaknya juga apa benar seperti itu,” ujar dia.

Saat ini di Kudus ada 53 ribu wajib pajak. Sejauh ini per Senin (15/3/2021) data wajib pajak yang sudah melaporkan SPT Tahunan ada 24.500 wajib pajak.

Andi menambahkan, saat ini pelaporan SPT Tahunan bisa dilakukan secara online dengan menggunakan layanan e-filing. Layanan tersebut bisa diakses melalui djponline.pajak.go.id atau www.pajak.go.id.

“Kami dari KPP Pratama Kudus sudah menyampaikan sosialisasi terkait pelaporan SPT Tahunan. Mulai dari spanduk, baliho, radio, Instagram dan juga kelas pajak. Harapan kami masyarakat selaku wajib pajak bisa mentaati hal ini,” harapnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...