Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Pemuda di Kudus Ini Pilih Merawat Persiku dengan Koleksi Jersey, Begini Ceritanya

Muhammad Teguh Usti Prasetya menunjukkan beragam koleksi jersey Persiku di kediamannya. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Kecintaan Muhammad Teguh Usti Prasetya kepada Persiku Kudus diwujudkannya dengan mengoleksi jersey player issue dan matchworn. Menurut dia hal itu perlu dilakukan, karena merasa ada tanggung jawab moral agar generasi selanjutnya mengetahui sejarah Persiku.

Terlebih menurutnya, tidak banyak arsip atau literasi yang mengabadikan tentang Persiku. Oleh sebab itu dia mengoleksi jersey player issue dan matchworn agar secuil sejarah Persiku bisa dikenang dan dibagi kepada warga Kudus. Sehingga hobinya ini ia jadikan sebagai sarana untuk merawat sejarah Persiku Kudus.

Diketahui, jersey player issue merupakan jersey asli seperti yang dipakai pemain saat bertanding. Namun, tidak dikenakan secara langsung oleh aktor lapangan hijau. Sementara jersey matchworn merupakan jersey yang sudah dipakai pemain saat bertanding.

Ditemui MURIANEWS di kediamannya di Desa Jurang, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Teguh-sapaan akrabnya itu  menceritakan awal pertama mengoleksi jersey. Tepatnya pada 2009 lalu. Saat itu dia hanya berniat ingin mengoleksi jersey Persiku musim 2009 ke atas.

Namun, pada pertengahan Maret 2020 dia mendapatkan channel lewat eks pemain Persiku, Bambang Harsoyo yang menjembataninya mendapatkan jersey dari Persiku. Bahkan jersey lawas di bawah tahun 2009. “Dari situ malah dapat jersey Persiku yang lawas-lawas,” katanya.

Jersey pertama yang dimilikinya saat itu jersey milik Sugeng Riyadi away musim 2010/2011 yang didapatnya secara gratis. Jersey itu merupakan jersey yang digunakan di laga pembubaran Persiku.

Saat itu Persiku menggelar laga persahabatan dengan PSIS Semarang di Stadion Wergu Wetan, Kudus. Pertandingan itu sebagai laga pembubaran tim usai melakoni musim 2010/2011.

Saat ini Teguh memiki 23 jersey Persiku. Terdiri jersey player issue dan matchworn. Harga jersey yang didapatnya secara Cuma-Cuma hingga ditebus dari ratusan ribu rupiah hingga yang paling mahal Rp 1 juta. Beragam jersey itu didapatnya dari pemain yang masih aktif, eks pemain, kolektor, dan rekan suporter.

“Harga paling mahal itu jersey Persiku saat main di Liga Dunhill musim 1994/1995,” terangnya.

Visi untuk mengarsipkan Persiku lewat jersey itu diwujudkannya ke jersey musim lainnya. Dia juga memiliki jersey saat Persiku bermain di Divisi Utama atau kasta tertinggi sepak bola Tanah Air pada 2005 lalu.

Pemuda kelahiran Kudus, 17 Mei 2001 juga memiliki jersey Persiku musim 2012. Menurutnya di musim itu Persiku selangkah lagi bisa bermain di kasta Liga 1 yang saat itu bernama Indonesia Super League (ISL).

“Saat itu kalau menang lawan Persepam Madura bisa melangkah main di ISL. Tapi karena kalah 2-1 di Sidoarjo akhirnya tidak naik kasta,” ujarnya.

Kedekatan Teguh dengan bek kanan Persiku saat itu, Murwanto juga berdampak bagi koleksinya itu. Sebanyak tujuh dari total 23 jersey Persiku yang dimilikinya merupakan seragam tempur yang dipakai Murwanto selama memperkuat Persiku.

“Ada kedekatan dengan Murwanto memang. Malah untuk jersey-jerseynya itu dikasih di 2020 lalu. Mungkin sebagai bentuk apresiasi ke saya karena sudah mau ngokeksi jersey Persiku,” ujarnya.

Kendati sudah mengoleksi puluhan jersey, Teguh masih ada beberapa jersey skuad Macan Muria yang belum dimiliki. Yakni jersey musim 2003/2004, Copa 2006, dan musim 2018.

“Jersey-jersey musim itu masih sulit nyarinya. Apalagi di bawah tahun 2009 saya belum begitu suka bola dan belum punya banyak kenalan,” jelasnya.

 

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Foto: Vega Ma’arijil Ula

Comments
Loading...