Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Ini Kisaran Biaya untuk Kerja di Luar Negeri, Warga Kudus Diminta Waspadai Penyalur TKI Abal-abal

Warga membuat kartu AK1 sebagai syarat mencari kerja belum lama ini. (MURIANEWS/ Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Disnaker Perinkop dan UKM Kudus meminta masyarakat yang hendak melamar menjadi calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) untuk berhati-hati. Utamanya soal biaya yang dibebankan kepada calon itu sendiri.

Diketahui setidaknya ada dua jalur jika ingin melamar menjadi calon TKI. Jalur ini juga berpengaruh pada biaya yang dikeluarkan.

Pertama, untuk jalur informal biaya yang harus dikeluarkan sebesar Rp 12 juta. Biaya itu jika calon TKI hendak bekerja kepada perorangan di luar negeri. Biaya itu meliputi biaya pelatihan, cek kesehatan, biaya pesawat dan lainnya.

Sedangkan jalur formal, yakni jalur untuk untuk yang hendak bekerja di perusahaan berbentuk CV, PT, atau pabrik. Biasanya biaya yang dikeluarkan berkisar Rp 25 juta. Biaya itu meliputi biaya pelatihan, cek kesehatan, biaya pesawat dan lainnya.

Kasi Perluasan Kesempatan Kerja Disnaker Perinkop dan UKM Kudus Kisyono menyampaikan agar masyarakat berhati-hati jika diminta mengeluarkan biaya yang lebih dari nominal Rp 25 juta. Menurutnya, jasa penyalur tenaga kerja abal-abal biasanya mematok harga hingga Rp 40 juta.

“Harus berhati-hati juga. Makanya kami selalu kroscek dulu agar masyarakat tidak tertipu. Harus dipahami dulu perusahaan itu berasal dari mana dan sudah pernah menyalurkan tenaga kerja ke luar negeri atau belum,” katanya, Jumat (26/3/2021).

Lebih lanjut, dia menyampaikan ada beberapa alur yang bisa dicoba masyarakat agar terhindar dari perusahaan penyalur tenaga kerja abal-abal. Masyarakat dapat mencari informasi ke Disnaker Perinkop dan UKM Kudus.

Nantinya, dinas akan mengarahkan ke PT penyalur tenaga kerja. Dalam hal ini PT TKIS yang dulunya bernama PJTKI sebagai mitra resmi dari Disnaker untuj menyalurkan calon TKI ke luar negeri.

“PT TKIS itu nanti yang menyiapkan syarat kelengkapannya mulai dari KTP, KK, persetujuan orang tua, dan sebagainya. Setelah komplet calon TKI alan mendapatkan nomor ID yang tertuang di SISKOTKLN (Sistem Komputerisasi Tenaga Kerja Luar Negeri),” terangnya.

Selanjutnya, data calon TKI itu akan terintegrasi dengan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) yang secara otomatis juga terintegrasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dan Imigrasi. Lebih lanjut, nantinya CTKI akan diberi pelatihan selama tiga bulan.

“Kalau baru awal-awal, biasanya calon TKI diberi pelatihan tiga bulan. Kalau yang sudah pernah jadi TKI, biasanya pelatihan hanya satu bulan. Jadi memang mekanismenya panjang dan selalu kami imbau masyarakat untuk hati-hati,” tandasnya.

 

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...