Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Gugatan Antoni Alfin Diterima BAORI, Ketua KONI Jateng Hingga Plt Bupati Kudus Bakal Dipanggil

Antoni Alfin (tengah) didampingi kuasa hukumnya Taufik Hidayat (kiri) dalam jumpa pers, Jumat (26/3/2021). (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Gugatan Ketua KONI Kabupaten Kudus Antoni Alfin atas keluarnya SK pengukuhan pengurus KONI Kudus hasil musorkablub oleh KONI Jateng, sudah diterima Badan Arbitrase Olahraga Indonesia (BAORI), dengan nomor perkara 03/PBAORI/III/2021.

Atas dasar tersebutlah, sejumlah nama akan dipanggil untuk menjelaskan duduk perkara dan melakukan proses mediasi di bawah naungan BAORI.

Nama-nama tersebut adalah, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus HM Hartopo, Ketua KONI Jawa Tengah Subroto, Ketua KONI versi Musorkablub Imam Triyanto, dan Ketua KONI Kudus Antoni Alfin.

“Nama-nama tersebut akan menjadi termohon dalam prosesnya nanti. Mereka akan memberi keterangan kenapa ada dualisme KONI di Kabupaten Kudus,” ucap Kuasa hukum Antoni Alfin Taufik Hidayat dalam jumpa pers, Jumat (26/3/2021).

Taufik mengatakan, kliennya Antoni Alfin menggugat surat keputusan terkait disahkannya kepengurusan hasil Musorkablub yang digelar beberapa waktu lalu tersebut. Oleh karenanya, nama ketua Koni Jateng hingga Plt bupati Kudus menjadi termohon dalam kasus ini.

“Karena KONI Jawa Tengah memberi SK juga berdasar rekomendasi dari bupati, nah ini yang harus diklarifikasi,” ungkap dia.

Taufik mengatakan, walau Plt Bupati Kudus HM Hartopo menyangkal memberi tanda tangan rekomendasi, Hartopo harus tetap membuktikannya di proses yang akan bergulir di BAORI.

“Ya dia mau menyangkal tidak masalah, tapi pembuktiannya harus ada di sana nanti,” tegasnya.

Baca: Antoni Alfin Gugat Pengesahan Hasil Musorkablub KONI Kudus ke BAORI

Selain itu, pihaknya juga menekan KONI Jawa Tengah untuk membatalkan proses pelantikan pengurus KONI hasil Musorkablub yang rencana akan dilakukan oleh KONI Jateng pada pekan ini.

Alasannya, adalah karena sudah ada proses hukum yang tengah berlangsung. “Ya karena ini sudah terdaftar di perkara resmi BAORI. Jika KONI Jateng tetap menggelar berarti melanggar hukum lagi,” terangnya.

Untuk prosesnya sendiri, kata Taufik, dimungkinkan akan mulai berjalan pada pekan depan dengan masa waktu sekitar 60 hari. Pihaknya pun kini telah menyiapkan sejumlah bukti untuk memenangkan gugatannya tersebut.

“Sangat optimis kami menang, kami punya saksi ahli, punya bukti-buktinya,” tandasnya.

Sementara Plt Bupati Kudus HM Hartopo sebelumnya telah menegaskan jika pihak pemkab tidak campur tangan dalam konflik internal KONI. Begitu pula terkait surat rekomendasi pelantikan, pihaknya tidak memberikan hal tersebut.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...