Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Prasasti Asal Candi Angin Jadi Koleksi Baru Museum Kartini, Berisi Larangan Berpoligami

Salah seorang petugas menujukkan prasasti tentang larangan poligami yang ditemukan di Kompleks Candi Angin Jepara. (MURIANEWS/Budi Erje)

MURIANEWS, Jepara – Temuan prasasti oleh Balai Arkeolog (Balar) Yogyakarta di kompleks Candi Angin, yang terletak di Dusun Duplak, Desa Tempur, Kecamatan Keling, Jepara tahun 2016 lalu, kini menjadi koleksi baru Museum Kartini.

Kasie Kepurbakalaan di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Diparbud) Jepara, Lia Supardianik menyatakan, prasasti yang ditulis dengan aksara Jawa Kuno tersebut sudah diteliti. Hasiknya, prasasti tersebut bertuliskan pesan moral yang intinya melarang praktik poligami dilakukan oleh lelaki.

Secara fisik prasasti tersebut terbuat dari batu keras, dan diperkirakan dibuat pada abad ke-13 atau abad 14 Masehi. Atau jika diperiodesasikan dalam sejarah kerajaan, prasasti ini dibuat pada masa kerajaan Majapahit.

Prasasti tersebut juga menggunakan aksara Jawa Kuno yang dituliskan bolak-bolik pada batu. Secara harafiah, tulisannya berbunyi ‘Jika ada suami mengambil istri kedua, maka tidak akan menjadi keturunan pemuja Siwa’.

“Setelah diterjemahkan dan dilakukan penelitian lanjutan, prasasti ini sudah diserahkan oleh Balar Yogyakarta ke Museum Kartini Jepara pada bulan Maret ini. Sekarang prasasti tersebut, sudah menjadi bagian dari koleksi Museum Kartini Jepara, dan sudah dipajang di ruang pameran. Masyarakat bisa melihat secara langsung tentunya,” tujar Lia Supardianik, Jumat (26/3/2021).

Selama ini, penemuan benda-benda bersejarah sudah sering terjadi di kawasan Candi Angin Keling Jepara. Benda-benda cagar budaya yang sebelumnya sempat disimpan oleh masyarakat Dukuh Duplak, Desa Tempur, sudah diinventarisir, dan dikumpulkan untuk dilakukan penelitian dan pengujian di Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Klaten.

Di sisi lain, wilayah Candi Angin diperkirakan sangat luas, mencakup daerah penggunungan Muria di sisi Utara, yang saat ini berada di wilayah tiga kabupaten, Jepara, Kudus dan Pati. Sehingga penelitiannya dimungkinkan meluas di wilayah tiga kabupaten ini.

Temuan-temuan ini sekaligus memberi sebuah bukti, bawah di kawasan Tempur dan sekitarnya merupakan daerah pemujaan masyarakat Jawa pada masa lalu.

”Namun kalau mengarah pada tempat pemukiman, masih belum ada bukti-bukti kuat. Karena, tempat pemujaan belum tentu berada di wilayah pemukiman. Bukti-bukti adanya pemukiman, seperti keberadaan tempat tinggal, kompleks ibadah atau pusat perekonomian, belum ditemukan buktinya,” jelas Lia Supardianik.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...