Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Kapal Ditangkap PSDKP, Nelayan Pati Akan Audiensi dengan DPR RI

Para nelayan dan pemilik kapal saat audiensi dengan DPRD Pati (MURIANEWS/Cholis Anwar)

MURIANEWS, Pati – Puluhan nelayan cantrang akan melakukan audiensi dengan Komisi 4 DPR RI dalam waktu dekat. Hal itu lantaran banyaknya kapal cantang yang ditangkap oleh Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) tanpa sebab yang jelas.

Selain itu, mereka juga akan meminta agar wakil rakyat itu dapat membantu para nelayan terkait Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) agar tidak hanya satu. Mengingat, apabila situasinya sulit, tentu nahkoda akan mencari WPP yang lain agar mendapatkan ikan.

“Setelah audiensi dengan DPRD Pati ini, sesegera mungkin kami akan audiensi dengan DPR Pusat,” kata Rasmijan Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Pati usai audiensi dengan DPRD setempat, Jumat (26/3/2021).

Rasmijan mengatakan, idealnya WPP memang tidak hanya satu. Karena pada bulan-bulan tertentu, posisi ikan yang banyak tidak begitu diketahui. Padahal nelayan yang sudah melaut, tentunya kan berharap agar pulang membawa ikan.

“Ikan itu musiman, nelayan harus bisa mengikuti kemana larinya ikan. Kalau hanya satu WPP, ya mati kita. Tidak dapat ikan,” ungkapnya.

Menurutnya, hal ini juga perlu dipahami oleh pemerintah. Sehingga aturan yang dibuat bisa lebih memperhatikan posisi nelayan dan keberadaan ikan. Pasalnya, apabila nelayan cantrang ini hanya dibolehkan untuk mencari ikan di laut Jawa, sudah tidak memungkinkan. Sebab, kondisi ikan sudah menipis.

Selain itu, terkait dengan Surat Keterangan Melaut (SKM) hingga saat ini juga tidak jelas. Apalagi sejak diterbitkannya Permen KP Nomor 59 Tahun 2020 bahwa SKM oleh kapal pengawas perikanan PSDKP dianggap sudah tidak berlaku lagi.

“Sementara kami untuk melaut masih menggunakan SKM itu. Karena dari KKP juga memberikan SKM sebagai izin untuk melaut. Tetapi ini masih disalahkan dan ada puluhan kapal yang ditangkap. Ini kan kebijakan yang membingungkan,” tegasnya.

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...