Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Hadiri Konferensi Pemuda Internasional, Stafsus Jokowi Ini Terkenang Susahnya Pendidikan di Masa Lalu

Billy Mambrasar selaku Staf Khusus Presiden RI Joko Widodo saat menjadi pembicara dalam Konferensi Pemuda Internasional di Istanbul Turki. (Istimewa)

MURIANEWS, Istanbul – Konferensi Pemuda internasional yang diinisiasi oleh Organisasi Pemuda alumni Pesantren Gontor, Indonesia yakni Youth Break The Boundaries(YBB) telah digelar mulai 22 Maret 2021 lalu.

Dalam penyelenggaraanya, YBB juga bermitra dengan Islamic Countries Youth Fotum (ICYF) dan sejumlah pemerintah negara lain. Dalam konferensi pemuda tingkat dunia itu dihadiri oleh ratusan delegasi dari sejumlah negara seperti, Indonesia, Azerbaijan, Pakistan, Turki, Bangladesh dan sejumlah negara lain.

Sejumlah narasumber juga hadir yakni, Billy Mambrasar selaku Staf Khusus Presiden RI Joko Widodo, Wakil Ketua DPR RI M Azis Syamsuddin, lima anggota DPR dari beberapa komisi, juru bicara Presiden Pakistan, Duta Besar RI untuk Turki, serta beberapa pejabat perwakilan beberapa negara.

Billy Mambasar Staf Khusus Presiden RI Joko Widodo bahkan mengapresiasi alumni Pesantren Gontor yang sudah melaksanakan penyelenggaraan konferensi tingkat dunia di Hotel Ramada, Kota Istanbul Turki, Rabu (24/3/2021). Dirinya terenyuh mendengar kisah para alumni yang saat ini berkarya di seluruh dunia.

“Air mata saya tumpah, mendengar perjuangan mereka. Saya sendiri berasal dari daerah paling timur Indonesia yaitu Papua, dan dari keluarga yang hidup apa adanya, dan pendidikan hal yang istimewa yang dapat dinikmati sebagian besar orang saja. Dan saya tidak termasuk didalamnya,” katanya seperti dalam siaran pers yang diterima MURIANEWS, Kamis (25/3/2021).

Billy juga berbagi cerita betapa sulitnya akses pendidikan kala itu dan jauh berbeda dengan apa yang dialami sekarang. Saat ini, program-program Pendidikan yang dikeluarkan pemerintah, cukup membantu anak-anak Indonesia, yang berasal dari latar belakang kurang beruntung sepertinya untuk dapat melanjutkan pendidikan.

“Saya sejak S1, menerima beasiswa otonomi khusus, sebuah program beasiswa yang dikeluarkan oleh Pemerintah Indonesia, untuk anak-anak dari Papua. Sekarang, ingin menempuh pendidikan lanjutan, ada beasiswa LPDP yang diberikan kepada ribuan anak-anak Indonesia lainnya. Tentubini lebih enak,” terang mahasiswa yang terdaftar aktif di Universitas Harvard, Amerika Serikat itu.

Dalam kesempatan itu, Billy juga membekali seluruh delegasi konferensi internasional yang hadir dengan empat pesan perihal pendidikan. Pertama meski di era pandemi Covid -19 pendidikan tidak boleh dilupakan. Pemerintah Indonesia terus berupaya tetap mendorong Indonesia sebagai generasi maju.

Kedua, apresiasi haruslah diberikan kepada pemerintah, baik eksekutif ataupun legislatif atas apa yang telah dilakukan dengan keputusan yang cepat, tepat dan relevan ketika berada di situasi saat ini. Seperti penyesuaian kurikulum, dana BOS yang didapatkan setiap tahunya program untuk peningkatan gaji guru hingga program kampus mengajar.

“Ketiga belajar dari pengalaman hidup saya dan pak Azis wakil ketua DPR RI dan pembicara lain. Yakni pendidikanlah yang mampu membuat kita berada di titik ini. Karena itu jangan menyerah, sekolah dan fokus menyelesaikan pendidikan dengan nilai terbaik serta kembangkan diri” imbuhnya.

Ia juga berpesan, sebagai mahasiswa harus bisa menempatkan diri sebagai pemimpin di tengah situasi krisis sekalipun.

“Kita sebagai anak muda harus berlatih menjadi pemimpin. Harus menawarkan solusi, bukan hanya nyinyir dan marah – marah. Misal dengan mendirikan pusat belajar dikampung untuk membantu perihal pendidikan,” pungkasnya.

 

Reporter : Yuda Auliya Rahman
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...