Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Bermesraan di Alun-Alun, Pasangan Pelajar di Karanganyar Diamankan Satpol PP

Dua sejoli mendapat pembinaan di Kantor Satpol PP Kabupaten Karanganyar pada Kamis (25/3/2021) karena tertangkap kamera warga saat sedang berpelukan di Alun-Alun Kabupaten Karanganyar. (Solopos/Sri Sumi Handayani)

MURIANEWS, Karanganyar – Sepasang remaja yang diketahui masih berstatus pelajar diamankan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Karanganyar, Kamis (25/3/2021). Langkah itu dilakukan setelah sepasang kekasih itu tertangkap basah sedang bermesraan di Alun-alun Karanganyar.

Dikutip dari Solopos.com, pasangan pelajar itu tertangkap kamera warga sedang berpelukan. Mereka duduk di paving tepi Alun-alun Kabupaten Karanganyar, tepatnya di sisi selatan Monumen Gerakan Sayang Ibu (GSI) Karanganyar.

Sang lelaki menghadap ke selatan sedangkan perempuan menghadap ke utara. Tangan kiri lelaki melingkar di pinggang perempuan.

Mereka tidak menduga apa yang sedang mereka lakukan itu tertangkap kamera orang yang berada di sekitar Alun-alun Kabupaten Karanganyar. Foto tersebut sampai ke tangan Kepala Satpol PP Kabupaten Karanganyar.

Anggota Satpol PP menindaklanjuti laporan tersebut dengan mendatangi dua sejoli. Mereka diamankan dan diangkut menggunakan mobil patroli Satpol PP sekitar pukul 13.15 WIB.

Kepala Seksi (Kasi) Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat (Tribum Tranmas) Satpol PP Kabupaten Karanganyar, Sugimin, menyampaikan sejoli itu dibawa ke kantor untuk mendapatkan pembinaan.

“Perempuan berinisial DS, (17), warga Kecamatan Mojogedang dan lelaki berinisial DC, (18), warga Kecamatan Jaten. Mereka juga diminta membuat surat pernyataan,” ungkapnya.

Kedua pelajar itu diberi pembinaan di ruang Seksi Tribum Tranmas selama 30 menit. Saat keluar ruang, DS menundukkan kepala sembari mengusap kedua mata berulang kali. Sejoli itu menulis perbuatan yang melanggar aturan pada surat pernyataan adalah “mengesun di jidat” atau mencium dahi.

“Kami selaku perwira jaga mendapat informasi dari Pak Yopi [Kepala Satpol PP] bahwa ada aduan dari masyarakat. Ruang publik kok untuk yang-yangan [pacaran], berpelukan. Kami bawa ke kantor untuk mendapatkan pembinaan ringan. Mereka mengakui dan meminta maaf,” tutur Sugimin saat ditemui wartawan di ruang kerjanya.

Sugimin menambahkan kedua pelajar tersebut saat ini memang hanya mendapat pembinaan dari petugas. Tetapi, Sugimin memastikan bahwa Satpol PP akan memberikan sanksi tegas apabila mereka kembali mengulangi perbuatan tersebut dan tertangkap Satpol PP.

“Kalau nanti mengulangi perbuatan dan tertangkap, kami panggil guru yang bersangkutan. Itu kalau dia pelajar. Kalau tidak pelajar ya kami panggil keluarga maupun kerabat mereka ke kantor. Ruang publik tidak boleh untuk bermesraan. Diawasi masyarakat,” ujar dia.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...