Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pilkades Kian Dekat, Bupati Pati: Panitia Harus Netral, Tidak Boleh Berpihak

Bupati Pati Haryanto saat menandatangani deklarasi pilkades damai (MURIANEWS/Cholis Anwar)

MURIANEWS, Pati – Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tinggal dua pekan lagi. Bupati Pati Haryanto pun mengingatkan kepada para penitia agar bersikap netral dan tidak berpihak kepada salah satu calon. Apabila ada yang ketahuan berpihak, pihaknya pun sudah menyiapkan sanksi berat sebagai efek jera.

“Untuk panitia pilkades harus benar-benar netral, tidak boleh ada keberpihakan kepada salah satu calon. Nanti kalau ditemukan ada yang tidak netral bisa dijatuhkan sanksi,” katanya, Kamis (25/3/2021).

Orang nomor satu di Pati itu juga mewanti-wanti agar setiap tahapan proses pelaksanaan Pilkades dilakukan dengan sebaik mungkin. Sekali pun ada beberapa desa yang gagal melaksanakan pilkkades, itu tidak menjadi penghalang karena masih bisa mengikuti pilkades serentak gelombang II pada 2025 mendatang.

Selain itu, dia juga menekankan agar calon kepala desa wajib mematuhi aturan-aturan pada masa kampanye dan saat hari tenang. Apalagi, tahun ini desa peserta pilkades diakui cukup banyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Setiap calon kepala desa tidak boleh melewatkan setiap tahapan pilkades. Karena didalamnya berisi proses administrasi yang harus dipenuhi. Jika dalam proses administrasi sudah dinyatakan lengkap, maka sebelum 20 hari sudah bisa ditetapkan,” imbuhnya.

Dia juga mengakui, sering kali Kabupaten Pati sering dikunjungi daerah lain dalam hal pilkades serentak ini. Sebab, selain jumlahnya yang banyak, pilkades pati ini menjadi pioneer pelaksana pilkades serentak di Indonesia.

Sementara Wakil Bupati Pati Saiful Arifin menekankan agar calon kepala desa berjiwa kesatria dalam bertarung di pilkades ini. Menurutnya, dalam pemilihan kepala desa ini hanya bertanding untuk mendapatkan satu pemimpin dalam enam tahun ke depan di desa tersebut. Sehingga setiap kebijakannya harus didukung demi kemajuan desa.

“Ayo kita bertanding, untuk bersanding. Artinya, kita gunakan makna demokrasi ini bersama-sama untuk membangun di desa, demi kemajuan desa kita bersama. Tidak ada lagi saling menjelekkan calon lainnya, kita rangkul bersama. Kita layani masyarakat dengan setulus hati, baik itu yang dulunya mendukung kita, ataupun pernah menjadi lawan kita di pilkades,” tutupnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...