Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Dua Siswi Cantik di Kudus Raih Medali Emas Internasional dari Inovasi Game Edukasi Haji

Syatta Imityaaz Thuvaila dan Dea Maulina Zukhrufa, menunjukkan Game of Hajj buatannya yang berhasil menyabet medali emas. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Syatta Imityaaz Thuvaila dan Dea Maulina Zukhrufa namanya. Dua siswi cantik yang kini duduk di kelas VIII MTs NU Banat Kudus ini mampu mengharumkan nama Kota Kretek di Kanca International.

Keduanya mampu menyabet medali emas di ajang Asean Innovative Science Environmental, Entrepreneur Fair (AISEEF) tahun 2021.

Di ajang yang digelar 18 Februari 2021 hingga 22 Februari 2021 dan diikuti 450 peserta dari 20  negara itu, keduanya mengangkat sebuah aplikasi game edukasi yang bertemakan ibadah haji. Game tersebut dinamakan Game of Hajj.

Syatta Imyatas Thuvaila menjelaskan, Game of Hajj yang mereka buat itu yakni game edukasi tentang pelaksanaan ibadah haji yang bisa dioperasikan di smarthphone. Di mana di dalam game tersebut terdapat sejumlah menu rukun haji yang bisa dipelajari.

Mulai dari  thawaf, sa’i, wukuf, hingga tahalul. Setelah memlilih, pengguna akan melihat penjelasan secara rinci tentang rukun ibadah haji yang telah dipilih.

“Lengkap dengan animasi yang menarik, voice, dan sound effect yang menarik, jadi saat operasikan tidak akan membosankan. Setelah diberi penjelasan, nantinya akan ada kuis berkaitan dengan tema yang sudah dipilih,” katanya, Kamis (25/3/2021).

Proses pembuatanya, lanjut dia, memerlukan waktu  kurang lebih dua bulan dengan bimbingan dari sejumlah guru MTs NU Banat dan juga Guru SMK Raden Umar Said (RUS) Kudus.

“Yang agak sulit itu membuat codingnya. Kami berdua ada pembimbing dari sekolahan kami dan juga guru dari SMK RUS. Ngerjainya itu kadang di sekolah sama di rumah dengan koordinasi melalui Zoom Meeting,” ucapnya.

Sementara, Dea Maulina Zukhrufa mengatakan, pembuatan game tersebut bertujuan untuk mempermudah siswa untuk belajar tentang pelaksanaan ibadah haji. Apalagi, sebelumnbya pembelajaran ibadah haji juga membutuhkan lokasi luas hingga persiapan atribut.

“Karena itu tujuannya itu mempermudah proses pembelajaran ibadah haji dengan tetap dengan cara yang menyenangakan. Selain itu materi haji masuk dalam mata pelajaran Fikih kelas VIII,” jelasnya.

Selain penghargaan tersebut, pada Desember 2020 lalu, Game of Hajj buatan mereka berdua juga berhasil menyabet dua kali medali perak. Yakni di ajang Khayyam Invention and Inovation Festival yang diadakan Isfahan University of Tevhnology Iran, dan Indonesia International Applied Science Project Olympiad.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...