Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Sekolah Tatap Muka untuk SD di Grobogan Belum Boleh Digelar

Salah satu siswa tengah mengikuti program sekolah virtual. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Grobogan – Tidak hanya hajatan dan pentas seni yang diperbolehkan selama perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berbasis mikro di Grobogan mulai 23 Maret hingga 5 April 2021 mendatang. Untuk pembelajaran tatap muka (PTM) juga sudah mendapatkan lampu hijau dalam masa perpanjangan PPKM kali ini.

Hal itu tertuang dalam Surat Edaran Bupati Grobogan nomor 360/603/2021 tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat berbasis mikro dan pembentukan posko penanganan Covid-19 di tingkat desa/kelurahan untuk pengendalian penyebaran Covid-19 di Kabupaten Grobogan.

Plh Bupati Grobogan Moh Sumarsono mengungkapkan, dalam pelaksanaan PTM ini sudah diatur ketentuannya dan belum bisa diterapkan pada semua jenjang pendidikan.

Untuk jenjang pendidikan SD/MI/MTs dan PAUD masih belum bisa dilaksanakan PTM atau masih tetap menerapkan pembelajaran jarak jauh.

“Sedangkan untuk jenjang pendidikan SMP/SMA/SMK/MA dan perguruan tinggi dilaksanakan dengan uji coba PTM secara terbatas, ketat dan bertahap dengan mempertimbangkan peta resiko di wilayah masing-masing,” katanya yang juga menjabat Sekda Grobogan itu, Rabu (23/3/2021).

Lebih lanjut dijelaskan, uji coba PTM bisa dilaksanakan setelah terpenuhinya persyaratan wajib yang ditentukan. Antara lain, memenuhi indikator penerapan protokol kesehatan bagi satuan pendidikan yang diterbitkan oleh kementerian kesehatan. Kemudian, memperoleh penilaian ‘siap’ dalam daftar periksa kesiapan sekolah pada PTM dari tim verifikasi/visitasi kesiapan sekolah Kabupaten Grobogan.

“Peryaratan wajib lainnya mendapat izin dari sejumlah pihak. Yakni, orang tua atau wali peserta didik, satgas Covid-19 tingkat kabupaten, gubernur/bupati sesuai kewenangan,” katanya.

Ia menambahkan, pada perpanjangan PPKM ini, kegiatan di tempat hiburan, dan wisata sudah diperbolehkan buka tetapi diatur ketentuannya. Termasuk, untuk destinasi wisata air serta tempat karaoke.

Baca: PPKM Mikro di Grobogan Diperpanjang Lagi, Tapi Hajatan dan Pentas Seni Sudah Diperbolehkan

Pada PPKM edisi sebelumnya, untuk wisata alam, religi dan buatan masih diperbolehkan buka dengan beberapa ketentuan. Sedangkan khusus wisata air dan karaoke belum diperbolehkan buka.

Dijelaskan, ketentuan untuk karoke antara lain jumlah pengunjung dibatasi paling banyak 30 persen dari kapasitas dan jam operasional mulai pukul 15.00-21.00 WIB. Kemudian, pemandu lagu wajib menggunakan masker, sarung tangan, faceshield baik di dalam maupun luar bilik karaoke.

“Selain itu masih ada ketentuan lainnya terkait karaoke. Untuk ketentuan lebih jelasnya bisa dibaca dalam SE tersebut,” sambungnya.

Sedangkan untuk sektor wisata jumlah pengunjung dibatasi paling banyak 30 persen dari kapasitas dan jam operasional mulai pukul 08.00-15.00 WIB. Untuk jam operasional wisata religi dibatasi sampai pukul 00.00 WIB.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...