Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pandemi Bikin Minat Warga Kudus Jadi TKI Semakin Menurun

Ilustrasi

MURIANEWS, Kudus – Pandemi Covid-19 membuat minat warga Kudus jadi calon tenaga kerja Indonesia (TKI) tahun ini semakin menurun. Apalagi banyak negara juga belum membuka kedatangan bagi calon TKI.

Kepala Bidang Penempatan Pelatihan dan Produktivitas Dinas Tenaga Kerja Perindustrian Koperasi dan UKM Kabupaten Kudus Bambang Santoson mengatakan, pandemi Covid-19 membuat calon TKI belum bisa masuk ke negara lain.

“Negara tujuan belum membuka pendaftaran TKI dari Indonesia. Seperti tujuan Malaysia, Korea, Jepang, Hongkong, dan Arab Saudi,” katanya, Rabu (24/3/2021).

Dia menyebut, pada 2019 di Kudus ada 256 pendaftar. Jumlah itu belum keseluruhannya berangkat, melainkan baru sebatas mengurus rangkaian administrasi untuk berangkat.

“Kami dari dinas itu hanya membuat rekomendasi dan memberitahu persyaratan administrasi awal saja. Kalau yang memberangkatkan nanti ada pihak lain,” terangnya.

Lebih lanjut, untuk Kabupaten Kudus juga tidak merupakan daerah kantong TKI. Menurut Bambang kondisi ini berbeda dengan Kabupaten Pati dan Kabupaten Grobogan yang kurun waktu setahun bisa mengirim 1.000 TKI.

“Kalau sebelum Covid-19 di Kudus setiap tahun hanya 256 orang saja,” ujarnya.

Sementara itu Kasi Perluasan Kesempatan Kerja Dinas Tenaga Kerja Perindustrian dan UKM Kudus  Kisyono mengatakan untuk tahun 2021 per Januari hingga Februari hanya ada 13 orang saja. Namun, ke-13 CTKI itu juga belum tentu berangkat. Karena saat ini masih dalam proses pelatihan.

“Tahun 2021 ini sejauh ini baru 13 orang. Tapi belum tentu berangkat semua. Untuk 2020 dulu ada 40 calon TKI. Tapi juga tidak semuanya berangkat. Kalau Dulu-dulu sebelum Covid-19 di Kudus rata-rata setahun paling 300 orang,” terangnya.

Jumlah warga Kudus untuk menjadi TKI sebelum pandemi juga tak begitu banyak, hanya 300-an orang. Berbeda dengan daerah tetangga seperti, Kabupaten Pati dan Grobogan yang merupakan kantong TKI.

“Kudus itu bukan kantong TKI. Jadi setahun paling tidak pernah lebih dari 300 orang. Tahun ini saja karena pandemi yang mengajukan baru 13 calon TKI,” pungkasnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...