Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Dua Destinasi Wisata di Pati Dilirik Kemenparekraf

Anggota Asprindo saat meninjau lokasi wisata (MURIANEWS/Cholis Anwar)

MURIANEWS, Pati – Dua destinasi wisata di Kecamatan Gunungwungkal, yakni Bukit Pengusen dan Desa Wisata Pancasila Jrahi, dilirik oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Bahkan keduanya kini sudah dimasukkan dalam pengengembangan desa wisata di Indonesia.

Untuk melaksanakan itu, Kementarekraf menggandeng Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (Asprindo) untuk melakukan pengembangan.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asprindo Jawa Tangah, Bambang Sunardi mengatakan, Asprindo memiliki program yang terfokus pada desa wisata yang dapat dikolaborasikan dengan Kemenparekraf.

“Terkait dengan desa wisata, kita sangat fokus ke sana. Sebab Asprindo juga memiliki program yang berkaitan dengan desa wisata yang bisa kita kolaborasikan. Jadi di seluruh Indonesia nanti ada 244 desa wisata yang kita harap dapat dikembangkan,” ujar Bambang saat berkunjung ke Lokasi Wisata Embung Jrahi, Rabu (24/3/2021).

Bambang menjelaskan pihaknya bersama DPC Asprindo Pati telah meninjau dua destinasi wisata di Pati. Hal itu lantaran mereka sudah mendapatkan amanah dari Menteri.

“Kami mendapatkan amanah langsung dari Pak Menteri, dan kali ini kita meninjau langsung destinasi wisata yang ada di Pati. Kami akan menunggu dari pemerintah desa setempat rencana apa lokasi wisata yang akan dibangun,” imbuhnya.

Sementara, Ketua Pengelola Desa Wisata Pancasila Jrahi, Yakobus Suparlan menyambut baik kedatangan dari rombongan DPW Asprindo Jateng dan DPC Asprindo Pati. Diakui, pihaknya saat ini memang sedang membutuhkan bantuan anggaran untuk mengembangkan sejumlah spot wisata yang ada di desanya.

“Kami menyambut baik kedatangan dari Asprindo. Karena untuk pengembangan infrastruktur kami masih memerlukan banyak biaya. Karena disini setidaknya ada tujuh spot wisata yang seharusnya bisa digarap. Namun saat ini baru bisa dua tempat yang dikelola itupun belum maksimal,” jelasnya.

Selain desa wisata, program kampung industri, di mana satu desa akan diproyeksikan memiliki keunggulan kompetitif dalam membentuk ekonomi kreatif.

Diharapkan akan bersinergi dengan program desa wisata Kemenparekraf. Sehingga Global Innovation Index Indonesia tahun 2019 bisa naik dari peringkat 85, ditargetkan ke peringkat 50 pada tahun 2024.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...