Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

NU Peduli Renovasi Enam Rumah Tak Layak Huni Korban Banjir di Pati

Relawan NU Peduli memperbaiki rumah korban banjir di Pati (MURIANEWS/Cholis Anwar)

MURIANEWS, Pati – NU Peduli Kabupaten Pati merenovasi enam rumah korban banjir di Desa Alasdowo, Kecamatan Dukuhseti. Hal itu lantaran rumah tersebut sudah tidak layak huni, sementara pemilik masih bertahan.

Ketua NU Peduli Kabupaten Pati Ahmad Qosim mengatakan, untuk melakukan renovasi enam rumah tak layak huni tersebut, pihaknya terlebih dahulu melakukan survei dan memberikan bantuan sembako kepada pemilik rumah. Setelah dilihat, ternyata memang rumah-rumah itu terbuat dari bambu dan sudah banyak yang lapuk.

“Karena itu, kami kemudian koordinasikan dengan tim, termasuk kepada Baznas untuk melakukan renovasi,” katanya, Selasa (23/3/2021).

Dia mengakui, enam rumah tersebut sebelumnya memang terdampak banjir. Meskipun tidak begitu parah, tetapi cukup mengkhawatirkan apabila rumah tak layak huni itu tetap ditempati.

Qosim menambahkan, untuk melakukan renovasi tersebut, dari pendanaan pihaknya memang dibantu oleh Baznas dengan nominal Rp 27 juta untuk enam rumah. Kemudian ada tambahan dari para dermawan, sehingga terkumpul uang sebanyak Rp 31,7 juta.

“Awalnya kami meminta agar enam rumah ini dimasukkan dalam program benah rumah oleh baznas dengan nominal sekitar Rp 15 juta untuk masing-masing rumah. Tetapi, hal itu tidak bisa dikabulkan lantaran enam rumah tersebut ternyata berada di tanah orang lain. Sehingga Baznas memberikan bantuan Rp 27 juta,” ungkapnya.

Selain tidak berada di tanah milik sendiri, para penghuni enam rumah tersebut juga tergolong lanjut usia (lansia). Bahkan ada juga yang tinggal sebatang kara. Sehingga pembangunan harus cepat dilakukan, terlebih saat ini masih musim hujan.

“Untuk pembangunan, kami gotong royong bersama dengan Karangtaruna Desa Alasdowo. Semoga ini menjadi awal yang baik, karena mereka juga membutuhkan tempat tinggal yang layak,” terangnya.

Dia juga berpesan kepada pemerintah desa maupun pemerintah daerah agar lebih memperhatikan orang-orang yang lebih membutuhkan tersebut. Dengan kondisi tanah yang masih numpang di tanah orang lain, tentunya sangat memprihatinkan. Setidaknya, pemerintah bisa mengupayakan agar mereka bisa menempati rumah di tanah milik desa atau milik negara.

“Kan ada tanah bengkok, ada tanah negara. Ini kan bisa diupayakan agar mereka bisa menempati lahan tersebut. Kasihan juga kalau masih menempati lahan orang lain. Mereka butuh perhatian,” tegasnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...