Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Kerjasan Kudus Simpan Potensi Heritage Berusia Seratusan Tahun

Salah satu rumah joglo di Kelurahan Kerjasan yang saat ini difungsikan sebagai Kantor Kelurahan. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Kelurahan Kerjasan, Kudus, yang merupakan bagian dari Kudus Kulon memiliki warisan budaya (heritage) yang dapat memperkuat program wisata Yerusalem van Java. Sebab, kekhasan wisata Kudus Kulon banyak dijumpai di Kelurahan Kerjasan.

Warisan budaya seperti rumah joglo dan masjid ada di Kelurahan Kerjasan. Setidaknya ada empat rumah joglo di Kelurahan Kerjasan. Salah satunya saat ini difungsikan sebagai kantor kelurahan. Keempat rumah joglo itu disinyalir berusia lebih dari 100 tahun.

“Di sini ada empat rumah joglo. Usianya 100 tahun lebih belum pernah direnovasi. Termasuk rumah joglo yang sekarang jadi kantor kelurahan. Tapi apakah rumah joglo yang saat ini jadi kantor kelurahan merupakan cagar budaya atau tidak saya belum tahu. Karena infonya ada yang lebih tua lagi usianya,” katanya, Selasa (23/3/2021).

Menurut dia, beberapa waktu lalu sudah ada tim yang datang untuk mendata rumah joglo yang saat ini difungsikan sebagai kantor Kelurahan Kerjasan. Dia menyampaikan rumah joglo sedang diupayakan untuk menjadi bagian dari Heritage of Java.

Selain rumah joglo, pihaknya juga menyebut potensi lainnya. Yakni Masjid Madureksan yang berada di Taman Parkir Menara Kudus.

“Dengar-dengar Masjid Madureksan usianya lebih tua dari Menara Kudus. Terus ada Masjid Kenepan juga yang dulunya katanya digunakan untuk wiridan Sunan Kudus,” terangnya.

Saat ini pihaknya baru sebatas melakukan pengusulan menjadi desa wisata. Pengusulan itu dilakukannya lewat Kecamatan Kota.

Namun, saat ini pihaknya baru berupaya juga membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Sebab, di Kelurahan Kerjasan belum terbentuk Pokdarwis.

“Untuk bentuk desa wisata salah satunya harus punya Pokdarwis dulu. Nanti akan kami bentuk. Rencana kami juga tidak hanya heritagenya. Tapi harus ada hal lain juga seperti UMKM bordir, jahit, dan yang lainnya,” ungkapnya.

Mengingat daerah Kudus Kulon yang identik dengan budaya Jawa dan Islam, pihaknya ingin dengan adanya heritage dapat menyejahterakan masyarakat.

“Sehingga bisa menyejahterakan masyarakat dari segi perekonomian. Selain itu bisa menjadi ikon baru di Kelurahan Kerjasan yang berada di wilayah Kudus kulon,” harapnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...