Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Keren! Santri di Pati Ini Ciptakan Aplikasi Penghitung Rendemen Tepung Singkong Berbasis Android

Wahyu Ilham Maulana santri ponpes PMH Al-Kautsar Kajen bersama petani singkong menghitung prediksi rendemen tepung singkong (MURIANEWS/Cholis Anwar)

MURIANEWS, Pati– Dua santri di pondok pesantren PMH Al- Kautsar Kajen, Kecamatan Margoyoso berhasil menciptakan aplikasi penghitung prediksi rendemen tepung singkong. Mereka adalah Nia Kartika Putri dan Wahyu Ilham Maula yang juga kelas XI Kimia Industri di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Cordova Margoyoso. Aplikasi berbasis android itu diberikan nama Descas Ver 1.0.

Wahyu mengatakan, inspirasi penelitian mereka lakukan lantaran melihat mayoritas petani atau produsen singkong di kawasan industri tapioka. Sementara untuk menghitung rendemen tepung, mereka para petani tersebut masih menggunakan cara tradisional, yakni dengan menghitung manual, sehingga prosesnya lebih lama.

Padahal, untuk menghitung rendemen tersebut harus dilakukan secara teliti. Sebab, kadar rendemen akan sangat mempengaruhi terhadap kualitas tepung yang nantinya dipasarkan kepada masyarakat. Semakin akurat dalam menghitung rendemen, kualitas tepung akan semakin baik.

Karena itu, pihaknya tergerak untuk membuat aplikasi berbasis android sehingga dapat lebih memudahkan untuk menghitung prediksi rendemen pati dalam umbi singkong. Bahkan dengan aplikasi tersebut, penghitungan akan lebih efektif, efisien dan praktis.

“Untuk tingkat akurasi mencapai 99,9 persen selain itu harganya  yang sangat ramah dan terjangkau,” katanya.

Hasil inovasi tersebut bahkan telah diikutkan dalam ajang Pati Innovation Award 2021 dan masuk 10 besar finalis kategori pelajar atau mahasiswa. Sedangkan untuk aplikasi versi berbayar akan dilaunching di playstore setelah kegiatan Pati Innovation Award 2021 selesai dilaksanakan.

Adanya aplikasi itupun diakui bisa bermanfaat bagi petani singkong, pemerhati hasil pertanian singkong, komunitas petani singkong, praktisi industri berbahan baku ketela seperti tepung tapioka, mocav, dan gaplek hingga akademisi yang terkait serta masyarakat umum lainnya.

“Ini adalah bentuk kontribusi nyata pendidikan vokasi dalam kemitraan, link and match dunia usaha, dunia kerja dan dunia industri,” tutupnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...