Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Targetkan 53 Ribu Wajib Pajak di Kudus Laporkan SPT, Langkah Ini Diambil Kantor Pajak Kudus

Karyawan KPP Pratama Kudus menunjukkan monitor untuk memberi pelayanan kepada wajib pajak. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kudus menargetkan sebanyak 35 ribu wajib pajak di Kabupaten Kudus, melakukan pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan atau yang akrab disebut SPT Tahunan.

Untuk mewujudkan target itu, KPP Pratama Kudus kembali membuka layanan Mobile Tax Unit (MTU). Diketahui, adanya pandemi yang sudah berlangsung selama setahun membuat layanan MTU di KPP Pratama Kudus terhenti.

Layanan jemput bola ke masyarakat ini kembali aktif mulai Rabu (16/3/2021) lalu. Saat itu daerah Undaan menjadi sasaran pertama sejak layanan ini vakum selama kurun waktu setahun.

Kepala KPP Pratama Kudus Muhammad Andi Setijo Nugroho menyampaikan, layanan MTU sebagai bentuk jemput bola, sehingga wajib pajak yang jauh dari perkotaan tidak perlu menyambangi KPP Pratama Kudus.

“Kemarin di Undaan kami buka tiga jam dulu. Supaya tidak terlalu banyak kerumunan. Menurut saya efektif dan ke depannya akan kami coba di daerah lain yang jauh dari kantor kami,” katanya, Selasa (23/3/2021).

Lebih lanjut, Andi menyampaikan tahun ini pihaknya menargetkan pelaporan SPT Tahunan 100 persen. Saat ini di Kudus ada 53 ribu wajib pajak. Sejauh ini per Senin (15/3/2021) lalu data Wajib Pajak yang sudah melaporkan SPT Tahunan ada 24.500 wajib pajak.

Bahkan, Andi berkeinginan target pelaporan SPT Tahunan untuk tahun ini bisa lebih dari 100 persen. Artinya bisa mencapai lebih dari 53 ribu Wajib Pajak. Hal ini bukan tidak mungkin. Sebab, bisa saja tahun ini ada Wajib Pajak yang sedang membuat Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) baru.

Andi mengimbau agar masyarakat bisa melaporkan SPT Tahunan sebelum tenggat waktu yang ditentukan. Untuk perorangan batas waktunya akhir Maret ini. Sementara untuk badan usaha hingga akhir April 2021. Wajib Pajak juga dapat mengakses via online di laman pajak.go.id.

“Karena kalau kita tertib lapor dan bayar pajak tepat waktu negara bisa terbantu. Apalagi saat ini sedang corona. Bisa membantu mendanai penanggulangan corona. Jangan tunggu batas akhir, karena lebih cepat lebih nyaman,” tandasnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...