Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Kudus Targetkan Sepuluh Kampung Iklim Terbentuk Tiap Tahunnya

Plt Bupati Kudus HM Hartopo saat memberikan sertifikat penghargaan pada enam kampung di Kudus, Selasa (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus menargetkan ada sepuluh kampung iklim yang terbentuk di Kota Kretek tiap tahunnya. Hal tersebut dilakukan untuk menekan percepatan perubahan iklim yang kini tengah terjadi.

Saat ini, Kabupaten Kudus memiliki setidaknya 14 kampung iklim yang masih berjalan dan terus berkembang menjadi lebih baik lagi.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus HM Hartopo mengatakan, adanya perubahan iklim yang kini tengah terjadi perlu disikapi dengan cermat dam bijaksana. Salah satunya dengan pembentukan kampuyng iklim.

Seluruh masyarakat di Kabupaten Kudus pun diharapkan perannya dalam mecegah perubahan iklim yang lebih ekstrem lagi.

“Sudah banyak yang berubah sekarang, dulu di Desa Rahtawu siang-siang masih sejuk dan dingin, sekarang sudah panas. Di Desa Colo sana juga kalau malam sekarang sudah tidak dingin,” katanya usai penyerahan piagam penghargaan pada enam kampung iklim di Desa Rahtawu, Kudus, Selasa (23/3/2021).

Pihaknya pun mengajak semua elemen untuk lebih peduli lingkungan dari hal yang paling kecil. Yakni dengan memilah-milah sampah organik maupun nonorganik.

Pihak perusahaan-perusahaan di Kudus juga diharapkan bisa memfasilitasi adanya pengolahan sampah untuk masyarakat sekitar. Sehingga pengelolaan sampah di Kudus bisa jauh lebih baik.

“Seperti yang ada di Djarum, mereka menyediakan kuota sebesar 13 ton, tapi sampai saat ini hanya dimanfaatkan 6,5 ton per hari saja, bank sampah-bank sampah juga harus lebih aktif lagi,” tandasnya.

Sementara Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kudus Agung Karyanto menyebutkan, jumlah kampung iklim di Kabupaten Kudus memang terus bertambah. Walau memang, tidak ada anggaran yang diberikan pemkab dalam pembentukannya.

“Tahun ini ada enam kampung yang mendapatkan sertifikasi jadi totalnya sudah ada 14 kampung iklim, paling tidak setahun terbentuk sepuluh,” ucapnya.

Enam kampung tersebut, lanjut dia, adalah di Dukuh Kayuapu Desa Gondangmanis, Dukuh Semliro Desa Rahtawu, Dukuh Conge Desa Ngembalrejo, Dukuh Kidul Desa Jekulo, Dukuh Wakul Ijo Kelurahan Wergu Kulon dan Dukuh Kaliwuluh Desa Gondoharum.

Menurutnya, progam dan tujuan kampung iklim sendiri adalah untuk menyesuaikan sikap suatu masyarakat dengan perubahan iklim yang tengah terjadi. Yakni dengan sikap atau perbuatan bisa menurunkan dampak dari perubahan iklim itu sendiri.

“Mulai dari pemilahan sampah secara organik dan nonorganik hingga perbuatan lainnya yang mendukung,” jelasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...