Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Proyek Mandek, PDAM Jepara Belum Bisa Manfaatkan Embung Kali Mati

Pembangunan Embung Kali Mati di Bapangan mandek dan belum bisa dimanfaatkan untuk masyarakat. (MURIANEWS/Budi Erje)

MURIANEWS, Jepara – Rencana pemanfaatan air permukaan sebagai air baku produk PDAM Jepara, tampaknya masih akan tertunda. Pembangunan Embung Kali Mati di Bapangan, yang sudah dirintis sejak beberapa tahun lalu, saat ini mandek, dan belum jelas kapan akan kembali dilanjutkan.

Pandemi Covid-19 membuat agenda penyelesaian pembangunan Embung Kali Mati di Bapangan, meninggalkan ketidakjelasan.

Dirktur Umum, PDAM Jepara, Prabowo menyatakan, Embung Kali Mati sudah dibangun sejak sekitar tiga tahun lalu oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Proyek ini memang diarahkan untuk memberi cadangan air baku untuk produksi air bersih di PDAM Jepara.

Saat ini, beberapa fasilitas yang akan digunakan untuk memproduksi air bersih juga sudah dibangun. Dari rencana yang sudah disusun, tahun 2020 lalu, seharusnya sudah selesai dipasang fasilitas terakhir sebelum bisa dimanfaatkan, pada 2021 ini. Namun adanya pandemic membuat rencana yang sudah disusun akhirnya tertunda.

Embung Kali Mati sendiri sebenarnya hanya tinggal butuh Instalasi Pengolahan Air (IPA). Peralatan ini merupakan bagian utama yang dibutuhkan untuk bisa digunakan memproduksi air bersih.

“Setelah ini, kami masih belum bisa memastikan kapan pemanfaatan air permukaan di Embung Kali Mati ini bisa dilakukan. Tahun ini, karena masih dalam pandemic covid, anggaran pemerintah belum kembali dialokasikan untuk kebutuhan ini,” ujar Prabowo, Senin (22/3/2021).

Dari seluruh fasilitas yang saat ini ada di Kawasan Embung Kali Mati, semuanya dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Nilai proyeknya mencapai Rp 28 miliar. Karena statusnya memang belum selesai, proyek tersebut sampai saat ini belum diserahkan ke Pemkab Jepara.

Jika memungkinkan dibahas pada 2022, lanjutnya, maka kemungkinan alokasi anggarannya bisa dilakukan pada 2024. Selanjutnya pada 2025 baru akan bisa dioperasikan untuk pemanfaatan air permukaan sebagai air baku PDAM Jepara.

Untuk fasilitas IPA yang dibutuhkan, biayanya diperkirakan mencapai kurang lebih Rp 40-50 miliar. Fasilitas IPA tersebut direncanakan memiliki kapasitas produksi sampai 50 liter/detik. Sehingga bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan pelayanan.

Jika fasilitas IPA sudah ada, maka fasilitas lainnya seperti pasokan listrik dan jaringan tinggal diupayakan oleh PDAM Jepara. Namun tampaknya  hal ini belum bisa diwujudkan dalam satu dua tahun ke depan.

“Proyek tersebut masih menjadi kewenangan Kementrian PU sampai saat ini. Soalnya yang sudah ada sekarang belum diserahkan kepada Pemkab Jepara. Sehingga sampai saat ini kami hanya bisa menunggu perkembangan saja,” tambah Prabowo.

PDAM Jepara sendiri hingga 2021 ini masih mengandalkan air baku dari air bawah tanah. Terakhir PDAM Jepara memiliki 101 sumur. Ada 10 sumur baru yang dibangun pada 2020 lalu, termasuk satu sumur bantuan dari BBWS ( Balai Besar Wilayah Sungai).

Tercatat hingga 2021 ini ada sekitar 53 pelanggan yang aktif. Tahun 2021 ini PDAM Jepara menargetkan bisa mendapatkan 4.100 pelanggan baru, dengan 2.100 diantaranya akan dibiayai dengan program Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...