Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Dari Ukiran Gusdur Hingga Soekarno, Pemuda di Kudus Ini Sulap Bambu Wulung Jadi Pundi Rupiah

Muhammad Durrun Nafis menunjukkan pembuatan lukisan kayu motif presiden. (MURIANEWS/ Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Pemuda Karang Taruna Prima Sakti Kelurahan Kerjasan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus berhasil menyulap bambu wulung gelondongan menjadi karya seni bernilai ekonimis.

Deretan tokoh setempat hingga presiden menjadi bukti kreativitas. Kedua pemuda yang tergabung di Karang Taruna Prima Sakti itu bernama  Muhammad Durrun Nafis dan Muhammad Azizi Ronivda.

Berawal dari pelatihan yang diselenggarakan oleh pihak Kelurahan Kerjasan bersama dengan Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS) Kudus sejak 19 Februari 2021 hingga 9 Maret 2021 lalu, keduanya kini terus berkarya lewat ukiran bambu.

“Dari bambu wulung gelondongan itu kami tempel kertas yang sudah ada motif tokohnya. Istilahnya njiplak. Terus kami ukir berdasarkan pola di kertas tersebut,” kata Muhammad Durrun Nafis, Senin (22/3/2021).

Menurutnya, untuk membuat lukisan bambu lebih mudah ketika langsung diukir saat bambu masih berbentuk silinder. Karena polanya masih berkaitan.

“Kalau bambunya dipotong-potong dulu baru diukir malah sulit karena nanti alur gambarnya tidak nyambung,” ujar dia.

Keduanya saat ini mampu membuat dua hingga empat handycraft per hari. Beragam tokoh telah dibuat.

Mulai dari tokoh masyarakat di Kelurahan Kerjasan, Bupati Kudus Muhammad Tamzil, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Soekarno, Mohammad Hatta, tokoh pewayangan, dan motif-motif lainnya.

Selain itu, mereka juga membuat bentuk lainnya seperti cangkir, celengan, kursi, rak buku, hingga gazebo. Tak tanggung-tanggung, bermodalkan bambu wulung seharga Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu itu bisa disulap menjadi kerajinan bernilai jual Rp 150 ribu per lukisannya.

“Kalau satu lukisannya Rp 150 ribu. Tergantung tingkat kesulitannya. Kalau motif-motif tulisan yang ukurannya lebih kecil harganya lebih murah,” ujarnya.

Saat ini, pesanan yang datang masih sebatas area Kudus. Keduanya rencananya bakal merambah online untuk memasarkan lukisan handycraft bambu tersebut.

Ke depannya, Nafis dan Azizi berencana membuat lukisan dari bambu motif presiden Republik Indonesia era Soekarno hingga Jokowi.

“Rencananya untuk lukisan bambu kami ada keinginan membuat lukisan presiden mulai era Soekarno sampai Jokowi. Kalau saat ini yang sudah ada Soekarno dan Gus Dur,” imbuh Nafis.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...