Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Kembali Bikin Geger, Selain Bisa Terbakar Sumber Air di Karanganyar Diyakini Sembuhkan Penyakit

Sumur bor mengeluarkan air yang bisa terbakar jika disulut api, Sabtu (20/3/2021). (Andika Tarmy/detikcom)

MURIANEWS, Karanganyar – Fenomena sumber air yang bisa terbakar jika disulut api di Dusun Dukuh RT 06 RW 01, Desa Krendowahono, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah kembali menggegerkan publik.

Selain airnya terasa asin, sumber air yang ditemukan September 2019 lalu itu diyakini bisa menyembuhkan berbagai penyakit, khususnya penyakit kulit.

Baca: Jadi Miliader Baru, Buruh Garmen di Klaten Terima Ganti Rugi Tol Solo-Yogya Sebesar Rp 2,5 Miliar

Air yang bisa terbakar jika disulut api itu berada berasal dari sumur bor. Sumur bor itu berada di tanah milik Ketua RT 06 RW 01, Solikhin Hidayat. Sumur itu berada di pekarangan yang hanya berjarak sekitar 15 meter dari rumah utama dan 2 meter dari bangunan penyimpanan kayu milik Sholikhin.

Fenomena air bisa dibakar di Karanganyar ini lantas viral. Akibatnya, kawasan tersebut menjadi wisata dadakan yang ramai dikunjungi oleh warga se-Soloraya setiap hari, kala itu.

“Awalnya memang dari pihak desa melakukan pengeboran sumur dalam untuk mencari sumber air bersih, bulan September 2019 lalu. Dari pengeboran di enam titik berbeda, dua sumur berhasil mengeluarkan air, salah satunya sumur yang ada di halaman rumah saya ini,” ujar Solihin, seperti dikutip dari Detik.com, Senin (22/3/2021).

Baca: Kenal di Medsos Tiga Hari, Pelajar Karanganyar Diperkosa di Kebun

Pembuatan sumur bor tersebut dilakukan wilayah Dusun Dukuh karena saat itu belum ada sumber air, sehingga warga kesulitan mengakses air bersih. Selama ini warga menggantungkan pada saluran Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) ataupun membeli air isi ulang.

“Pamsimas juga airnya kapurnya tinggi sehingga hanya bisa untuk mandi. Kalau untuk masak kita beli air galon isi ulang,” ucapnya.

Sumur bor di halaman rumah Solihin tersebut memiliki kedalaman sekitar 120 meter. Meskipun berhasil mengeluarkan air, ternyata kualitas air di sumur tersebut tidak layak dikonsumsi.

“Airnya rasanya asin, meskipun secara bau memang tidak terlalu menyengat. Karena tidak layak konsumsi, sumur dibiarkan mengalir begitu saja,” terangnya.

Masyarakat yang penasaran mengunjungi sumur yang mengeluarkan api yang bisa dibakar di Dusun Ngrawan, Krendowahono, Gondangrejo, Karanganyar Jumat (15/2/2020). (Solopos.com/Kades Krendowahono)

Selang beberapa waktu, lanjut Solihin, air yang mengalir dari lubang sumur bor tersebut semakin lama semakin deras. Belakangan diketahui, air yang keluar dari sumur tersebut bisa terbakar jika disulut api.

“Awalnya itu anak-anak muda itu iseng, malam-malam mau lihat sumber airnya. Karena gelap, mereka menyalakan korek. Ternyata menyambar dan timbul apinya,” kata Solihin.

Hingga kini, sumber air tersebut masih bisa terbakar jika disulut api. Namun nyala api yang keluar tidak begitu besar, dan masih mudah dipadamkan dengan ditiup ataupun disiram air.

Baca: Bukan Lanang, Ini Nama Baru Aprilia Manganan Saat Sidang Perubahan Nama-Gender Hari Ini

“Ya kalau saya, api ini saya gunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Pagi untuk masak nasi, dan sore untuk merebus air sekedar untuk ngopi,” imbuhnya.

Agar bisa digunakan untuk memasak, Solihin memasangkan empat buah kaki-kaki besi di ujung pipa. Alat masak kemudian diletakkan di atasnya selayaknya kompor.

“Memang apinya tidak besar, tapi lumayan bisa sedikit menghemat biaya gas. Kalau hasil masakannya baik-baik saja, tidak ada bau apapun,” ungkapnya.

Solihin menyebut, banyak warga juga mempercayai air sumur tersebut berkhasiat. Hingga kini masih banyak warga yang berdatangan untuk mengambil air di situ.

“Warga ambil air khusus untuk obat gatal, panu, kadas, sakit tenggorokan sama batuk. Warga percaya bisa sembuh dan memang sudah ada yang membuktikan,” terangnya.

Baca: Ganjar Secara Khusus Undang Gibran dan Bupati Sukoharjo Pagi Ini, Apa yang Dibahas?

Menurut Solihin, seiring berjalannya waktu, perubahan juga terjadi pada air yang keluar. Belakangan, ikan-ikan kecil muncul di tampungan air tepat di bawah pipa.

“Jadi air itu saya alirkan ke sungai. Dulu awalnya sepanjang saluran itu tumbuhannya pada mati, di air juga tidak ada hewan yang bisa hidup. Tapi akhir-akhir muncul ikan-ikan kecil,” kata dia.

Solihin mengaku tidak mengetahui benar apa kandungan yang berada di dalam sumber air tersebut, termasuk kenapa airnya bisa terbakar jika disulut api. Hingga saat ini, belum ada rencana khusus terkait nasib sumber air tersebut.

“Belum ada rencana dari pihak desa, kemungkinan kalau mau diambil gasnya kan perlu tangki untuk mewadahi gasnya,” ucapnya.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Detik.com

Comments
Loading...