Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Cocok untuk Berakhir Pekan Bareng Kesayangan, Buper Kajar Kudus Kini Bertransformasi Jadi Pijar Park

Sejumlah wisatawan berfoto di Pijar Park. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Sejumlah desa di Kota Kretek saat ini tengah berlomba-lomba menciptakan destinasi wisata baru untuk meningkatkan perekonomian warga sekitar. Alhasil, beberapa destinasi wisata baru pun mulai bermunculan.

Salah satunya ada di lereng Gunung Muria tepatnya di Desa Kajar, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Lokasi yang dulunya banyak disebut Bumi Perkemahan (Buper) Kajar, kini disulap menjadi wisata keluarga dan edukasi yang dinamakan Pijar Park.

Sesuai namanya, destinasi wisata tersebut menyuguhkan wisata alam dengan suasana asri di lereng pegunungan dengan bebatuan alam dan pepohonan pinus yang menjulang tinggi.

Spot-spot foto yang Instagramable juga membuat wisatawan bisa mengabadikan momen bersama keluarga dan orang kesayangan.

Tak hanya itu, wisatawan juga bisa mendirikan tenda kamping untuk bermalam. Hingga wisata edukasi kopi, mengenal jenis-jenis tanaman hingga melihat cara proses pembuatan getuk nyimut khas Kajar juga sudah dipersiapkan.

Wisatawan pun tak perlu merogoh kocek terlalu dalam untuk bisa masuk ke Pijar Park, pengelola hanya menarif biaya masuk sebesar Rp 5 ribu dan jika bermalan dan mendirikan tenda, wisatawan dikenakan biaya Rp 7,5 ribu.

Salah satu spot yang cocok untuk selfie di Pijar Park Kajar. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

Salah seorang wisatawan Nurul Fatimah mengatakan, baru pertama kali datang setelah Buper Kajar beralih menjadi Pijar Park. Menurutnya, tempat wisata tersebut kini kian lebih bagus dibanding sebelumnya.

“Ke sini cari hiburan biar enjoy, kan pas akhir pekan juga. Konsepnya di sini sudah beda, tambah bagus dan bersih daripada yang dulu. Sekarang juga ada spot-spot foto yang bagus,” ungkapnya saat ditemui di Pijar Park, Sabtu (20/3/2021).

Sementara Yusuf Pengelola Pijar Park menjelaskan, dari luas lahan sekitar 25 hektare tersebut, sementara hanya enam hektare yang akan dibangun menjadi destinasi wisata. Pihaknya juga menggandeng masyarakat sekitar untuk ikut bergabung dalam destinasi wisata tersebut.

“Wisata ini terintegritas dengan masyarakat sekitar, mulai dari pemandu, stan-stan makanan, buah, dan minuman khas Muria. Intinya kami menggandeng masyarakat sekitar agar perekonomian mereka meningkat,” terangnya.

Tak hanya tempat wisata, Pijar Park juga bisa dipesan untuk menggelar berbagai acara bernuansa alam, seperti weeding outdoor, kegiatan komunitas, dan sejumlah even lain.

“Kami sudah menyiapkan sejumlah paket harga untuk menggelar acara di sini. Ini ada promo wedding outdoor untuk 200 tamu dan 14 menu, semua kami yang persiapkan, pengantin tinggal datang saja,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Desa Kajar Bambang TS menyebut, wisata Pijar Park memiliki keunggulan sendiri, dengan pepohonan pinus yang tinggi dan besar membuat suasana di lereng pegunungan kian asri.

“Nanti juga ada wahana permainan anak, stand foodcourt yang akan kami tata. Perpekan ada perkembangan terus, kemarin sudah soft launching, nanti grand openingnya waktu Lebaran,” ucapnya.

Perubahan Buper Kajar menjadi Pijar Park dengan sejumlah inovasi baru itu, bisa berdampak positif dengan meningkatkan perekonomian warga sekitar.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...