Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Peringati World Storytelling Day, UMK Gelar Festival Dongeng Lokal

Salah seorang mahasiswa mendogeng memperingati World Storytelling Day. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Kudus – Untuk memperingati World Storytelling Day (Hari Mendongeng Sedunia) Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muria Kudus (UMK) mengadakan festival dongeng yang disiarkan langsung melalui channel Youtube EED UMK, Sabtu (20/3/2021).

Sebanyak 39 dosen dan mahasiswa menjadi pendongeng dalam festival tersebut. Sejumlah cerita rakyat lokal dibawakan mulai kisah Sunan Kudus, Sunan Muria, Sunan Kedu, tradisi Bulusan, asal-usul desa, air terjun dan masih banyak lagi.

Kaprodi PBI UMK Nuraeningsih mengatakan, dongeng lokal yang dibahas kali ini berasal dari cerita rakyat yang ada di Kota Kretek dan Kota Ukir Jepara. Cerita tersebut, diambil dari buku terbitan Balai Bahasa Jawa Tengah.

Ia menjelaskan, melestarikan kearifan budaya lokal menjadi salah satu alasan mengapa festival dongeng tersebut. Mengingat kearifan budaya lokal memiliki sejumlah pelajaran berharga di dalamnya.

“Sesuai visi misi UMK, yang menjadi universitas unggul berbasis kearifan lokal berdaya saing global. Karena bertepatan dengan dies natalies 39 Progdi PBI, kami juga siapkan 39 dosen dan mahasiswa untuk jadi pendongeng,” ungkapnya.

Selain untuk melestarikan kearifan budaya lokal, festival tersebut digelar untuk membekali mahasiswa kelak dalam proses mengajar dengan metode mendongeng. Sebab, metode mendongeng merupakan salah satu metode efektif yang bisa diimplementasikan dalam proses pembelajaran.

“Sehingga mahasiswa bisa menciptakan pembelajaran yang lebih menarik. Karena metode yang digunakan mampu melibatkan peserta didik,” jelasnya.

Sementara Hendra, salah seorang mahasiswa yang menjadi pendogeng mengatakan, baru pertama kali mendongeng di acara festival seperti ini. Karena belum terbiasa, dirinya pun sempat merasa canggung.

“Sangat menarik, dan mendongeng itu juga harus terus dikembangkan. Memahami cerita yang akan didongengkan itu kuncinya, sehingga ketika mendongeng akan sangat menarik,” pungkasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...