Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Berburu Hingga Pasar Loak, Pria di Kudus Ini Koleksi 1.200-an Kaset Pita Langka Demi Kepuasan

Radiya Wira Buwana menunjukkan koleksi kaset pita miliknya. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Mengoleksi kaset pita sudah dilakukan oleh seorang pemuda yang tinggal di Perumahan Muria Indah, Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kudus, Radiya Wira Buwana. Bahkan dia memiliki kaset peta langka dari grup band dalam dan luar negeri.

Memulai membeli kaset pita sejak tahun 1999 atau tepatnya saat duduk di bangku kelas 3 SMP, saat ini Wira-sapaan akrabnya itu sudah memiliki setidaknya 1.200-an kaset pita. Kaset-kaset itu disimpan rapi di lemari dan box.

Saat pertama membeli 22 tahun silam dia tidak pernah menyangka bakal terpikir untuk mengoleksi kaset pita seperti sekarang ini.

Saat itu dia hanya sebatas senang mendengarkan musik. Namun, lambat laun kaset pita koleksinya semakin bertambah. Dan kini ada kepuasan tersendiri setelah memiliki barang langka tersebut.

“Dulu waktu SMP hingga kuliah saya nabung dan minimal sebulan sekali beli satu atau dua kaset,” katanya.

Barulah pada 2009 dia menyadari bahwa kaset pita bisa menjadi barang langka dan memiliki nilai jual yang tinggi. Saat ini beberapa kaset pita langka saat ini dimilikinya.

Kaset pita itu tergolong langka karena tidak dirilis di tahun-tahun berikutnya. Melainkan hanya sekali di tahun itu saja. Biasanya untuk rock Indonesia rilis tahun 70-an.

Koleksi kaset pita langka yang dimiliki Wira beragam. Mulai dari grup band dalam negeri hingga luar negeri.

Untuk dalam negeri, beberapa kaset pita penyanyi era 70 sampai 90-an dimilikinya. Seperti Guruh Gipsy, Godbless, SAS Group tahun 70-an, Koes Bersaudara, Koes Plus volume satu hingga tujuh, dan beberapa penyanyi lainnya.

Sedangkan untuk penyanyi dan band luar negeri juga dikoleksi olehnya. Semacam Led Zepellin, Genesis, Pink Floyd, Yes, dan yang lainnya.

Kaset pita itu dia dapatkan dari beberapa toko kaset di Kudus. Selain itu dia juga berburu ke Semarang. Lokasinya di Pasar Johar.

“Dulu kadang hunting juga di pasar loak sebelah Kali Gelis. Kalau lagi hoki di situ bisa nemu kaset langka dengan harga murah meriah. Tapi kalau saat ini lebih sering cari via online dan eBay,” terang dia.

Saat itu, harga kaset berkisar Rp 15 sampai Rp 18 ribu untuk band lokal. Sedangkan untuk band luar negeri harganya Rp 22 ribu sampai Rp 25 ribu.

Kendati saat ini sudah banyak pemutar musik yang lebih modern, pria kelahiran Jepara, 17 Januari 1987 itu masih setia memutar kaset pita. Setidaknya lima kali sehari.

Bagi dia memutar kaset pita di era modern seperti ini tetaplah hal yang lumrah. Terlebih kebiasaan itu sudah dilakukannya selama lebih dari 20 tahun. Walau terkesan jadul, kebiasan itu tetap menjadi rutinitas mengisi hari-harinya.

“Kalau pas lagi sibuk ya minimal dua kaset sehari. Paling tidak tiap-tiap kaset diputar enam bulan sekali. Supaya tidak jamuran,” ujarnya.

 

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...