Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Meski Sudah Terima 45.140 Dosis, Jepara Masih Kekurangan Vaksin Covid-19

Vaksin Sinovac. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Jepara – Pemerintah Kabupaten Jepara masih terus menunggu droping vaksin Covid-19 dari pemerintah. Meski, secara kumulatif sudah diterima vaksin sebanyak 45.140 dosis, namun jumlah tersebut masih kurang.

Kepala DKK Jepara, Mundrikatun menyebutkan, pada tahap I Kabupaten Jepara menerima 8.840 vaksin. Jumlah tersebut sudah habis untuk vaksinasi para Tenaga Kesehatan (Nakes). Kemudian di tahap kedua dan ketiga, pihaknya kembali menerima 36.300 dosis.

“Untuk Tahab I, droping vaksin Covid-19 yang diarahkan untuk tenaga kesehatan sudah habis tak tersisa. Sedangkan yang Tahap Ke-2 untuk sasaran pekerja pelayan publik belum semuanya bisa direalisaikan. Vaksin yang tersedia belum mampu untuk memenuhi jumlah pelayan publik yang sudah di data,” ujar Mundrikatun, Jumat (19/3/2021).

Dijelaskannya, untuk para pelayan publik, DKK Jepara sudah mendata 74.022 orang. Sementara vaksin yang diterima pada tahap kedua untuk yang diperuntukan untk pekerja pelayan publik jumlahnya hanya 10 ribu dosis.

Sejauh ini, untuk sasaran pekerja pelayanan publik di Jepara, pelaksanaan vaksinasinya baru mencapai 9,7 persen dari jumlah sasaran, atau sebanyak 7.180 orang pada pemberian dosis pertama.

Sementara, capaian dosis kedua, Saat ini baru mencapai 5,4 persen didasarkan jumlah sasaran atau baru mencapai 3.975 orang.

Di luar itu, DKK Jepara juga sudah melakukan vaksinasi untuk kalangan lansia. Dari data yang sudah ada, jumlah Lansia yang akan menjadi target sasaran jumlahnya mencapai 85.025 orang.

Pemberian vaksinasi untuk kelompok ini juga sudah dilakukan untuk dosis pertama sebanyak 3.156 lansia sudah divaksin. Sedangkan yang dosis kedua masih dalam proses. Jumlah ini setara dengan 3,7 persen dari jumlah target vaksinasi untuk Lansia. .

“Dosis kedua untuk lansia belum, karena baru mulai dilaksanakan pekan kemarin. Dosis yang masih tersisa ada sebanyak 4.190 dosis. Sedangkan 10 ribu dosis yang kami terima pada tahap kedua untuk pelayan publik sudah terpakai semua,” tambah Mundrikatun.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...