Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Jadi Tersangka, Polisi: Cynthiara Alona Tahu Hotelnya Jadi Tempat  Prostitusi Anak di Bawah Umur

Kabid Humas Polda Metro jaya, Kombes Pol Yusri Yunus, memberikan keterangan dalam gelar kasus prostitusi online yang melibatkan artis Cynthiara Alona. (detik.com)

MURIANEWS, Jakarta – Artis cantik Cynthiara Alona ditetapkan sebagai salah satu tersangka kasus prostitusi online yang memperdagangkan anak-anak di bawah umur. Artis yang pernah ikut Take Me Out Indonesia itu diketahui merupakan pemilik hotel yang digunakan sebagai tempat prostitusi berlangsung.

Sementara, ia ditetapkan jadi tersangka karena ia mengetahui hotelnya digunakan sebagai sarana untuk prostitusi online tersebut dan membiarkannya.

“Jadi modus dengan menawarkan anak-anak di bawah umur dengan satu media sosial MiChat. Menawarkan melalui MiChat kepada pria hidung belang,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus seperti dikutip detik.com, Jumat (19/3/2021).

Selain Cynthiara Alona, polisi menangkap dua tersangka lainnya yakni DA dan AA. DA berperan sebagai muncikari, sedangkan AA sebagai pengelola hotel.

Para tersangka menjalankan perannya masing-masing. Adapun, Cynthiara Alona terseret kasus ini karena mengetahui adanya prostitusi anak di bawah umur di hotelnya. “Kenapa keterlibatan pemilik hotel? Ada keterlibatan mengetahui,” imbuh Yusri.

Selain muncikari, ada juga peran joki. Praktik prostitusi ini sudah berlangsung tiga bulan. “Anak-anak di bawah umur ini korban. Menurut pengakuannya sudah kurang lebih tiga bulan melakukan,” tuturnya.

Adapun, anak-anak di bawah umur ini dijual dengan tarif Rp 400 ribu hingga Rp1 juta. Uang tersebut dibagi-bagi dengan muncikari hingga pengelola.

“Nanti dibagi-bagi ada yang dapat Rp 50 ribu ada yang Rp 100 ribu sampai korban terima berapa. Ada yang lebih dari satu kali dalam melayani tamu,” katanya.

Atas perbuatannya, Cynthiara Alona dkk dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman 10 tahun penjara. “Ada di Pasal 506 KUHP kami masih dalami lagi semuanya, apa masih ada pasal lain di sini untuk kita lapis pada para pelaku ini,” tandas Yusri.

Lantas kenapa Cynthara Alona membiarkan adanya praktik haram di hotelnya?

Yusri menjelaskan Cynthiara Alona dan pengelola hotel menerima hotelnya sebagai tempat prostitusi karena alasan Covid-19. Hal ini untuk menutupi biaya operasional hotel.

“Motifnya di masa Covid-19 ini hunian hotel sepi, sehingga biar operasional bisa berjalan ini yang terjadi. Ini yang dia lakukan dengan menerima kasus-kasus untuk melakukan perbuatan cabul di hotelnya sehingga biaya operasional hotel bisa berjalan. Ini motif menurut tersangka,” ungkapnya.

Praktik prostitusi ini berlangsung di Hotel Alona. Yusri menyebut, hotel tersebut adalah milik Cynthiara Alona.

“Saudari CCA ini adalah pemilik hotel, salah satu publik figur. Dia adalah pemilik hotel langsung, bahkan nama hotelnya nama belakang tersangka ini,” kata Yusri.

Yusri menyebut, Hotel Alona ini adalah hotel bintang dua. Yusri juga mengungkap asal usul hotel tersebut. “Hotel bintang dua, pengakuan tersangka dulunya tempat kos-kosan dan diubah menjadi hotel,” katanya.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Detik.com, Solopos.com

Comments
Loading...