Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Unggah Tulisan Cikeas Dinasti Korup di Medsos, ASN di Pati Minta Maaf

Ketua DPC Demokrat Pati Joni Kurnianto nampak membawa surat pernyataan dari Surip (tengah) saat foto bersama (MURIANEWS/Cholis Anwar)

MURIANEWS, Pati – Salah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di Kecamatan Gembong, Surip sempat membuat geger dunia maya. Itu terjadi setelah ia mengunggah tulisan yang tidak berdasar di akun media sosial Facebook.

Dalam akunnya atas nama Soerip, ia menuliskan, ‘jangan dukung “Cikeas”. Cikeas itu dinasti korup. Tulisan yang diunggah pada Kamis (18/3/2021) itu pun menuai banyak kecaman dari warga.

Tak hanya itu, kader Partai Demokrat Kabupaten Pati juga merasa tidak terima dengan postingan tersebut karena dapat mengundang permasalahan. Apalagi situasinya memang tidak tepat.

Namun, tak berlangsung lama postingan itu pun dihapus oleh pemilik akun. Kemudian Surip datang ke Kantor DPC Partai Demomrat Pati untuk meminta maaf dan membuat surat pernyataan.

“Menyatakan permohonan maaf atas kesalahan dan kehilafan saya yang menyinggung instansi Partai Demokrat, kader Demokrat semuanya, atas status saya di media sosial facebook yang saya buat pada hari Kamis tanggal 18 Maret 2021,” tulisnya dalam surat pernyataan bermaterai 10.000 itu.

Surat pernyataan dan permintaan maaf dari Surip, salah satu ASN Pati atas unggahannya di media sosial tentang cikeas. (MURIANEWS/Cholis Anwar)

Sementara itu, Ketua DPC Demokrat Kabupaten Pati, Joni Kurnianto mengaku mengetahui unggahan tersebut dari kader yang ada di Kecamatan Gembong. Ia pun menilai unggahan yang ditulis tidak sepatutnya untuk dipublikasikan, apalagi yang bersangkutan adalah seorang ASN.

“Pada hari hari ini kan sedang ribut KLB Demokrat. Semua kader demokrat di Pati ini, saat ini kan istilahnya sedang pasang badan, pasang mata, pasang telinga. Karena kita semua ini mendung pak SBY dan Mas AHY. lha tiba-tiba di medsos ini ada unggahan yang mengungkit- ungkit masalah Cikeas dan itu tidak benar,” katanya, Jumat (19/3/2021).

Joni melanjutkan, unggahan tersebut juga langsung diketahui para kader partai Demokrat. Bahkan di WhatsApp grup sudah ramai. Karena kabar itu, Joni kemudian mencari informasi pemilik akun atas nama @Soerip tersebut. Setelah diketahui, ternyata pemiliknya adalah seorang ASN Kecamatan Gembong.

“Kemudian saya telepon Camat Gembong dan bilang, ‘ini anak buahmu membuat tulisan seperti ini, benar apa tidak pak?’ Pak Oneng menjawab, ‘tidak benar itu. Ini masalah politik,” terang Joni menirukan suara Camat Gembong, Cipto Mangun Oneng saat ditelepon.

Untuk meredam suasana, pihaknya pun meminta kepada Camat Gembong Mangun Oneng agar menasehati anak buahnya tersebut. Kemudian, yang bersangkutan pun beriktikad untuk meminta maaf.

“Kami sengaja bilang seperti itu untuk meredam semuanya. Kemudiam ada iktikad baik dari dia (Surip) meminta maaf dan saya minta klarifikasi. Dia menyampakan bahwa dia khilaf dan tidak akan mengulangi perbuatannya,” imbuh Joni yang juga Wakil Ketua DPRD Pati.

Dirinya mengingatkan agar ASN tidak membuat gaduh di medsos. Seharusnya sebagai pegawai negeri harus membuat postingan yang menyejukkan, yang mampu meredam masyarakat.

“Nanti saya sampaikan ke kader bahwa masalah ini sudah selesai, yang bersangkutan sudah minta maaf. Jadi, sudah tidak ada masalah,” tutupnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...