Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Dua Tahun Stagnan, Petani Garam di Pati Desak Pemerintah Stabilkan Harga

Salah seorang pekerja sedang mengemas garam milik petani di Pati. (MURIANEWS/Cholis Anwar)

MURIANEWS, Pati – Petani garam di Kabupaten Pati, meminta agar pemerintah segera mengambil langkah strategis untuk menyetabilkan harga garam. Pasalnya, harga garam mulai dari 2019 hingga saat ini, masih stagnan di angka Rp 450 per kilogram.

Terlebih, saat ini pemerintah pusat sudah meneken adanya kebijakan impor garam. Sehingga, hal ini selain dapat memperparah harga, garam petani juga banyak yang menumpuk.

Salah seorang petani garam Desa Genengmulyo, Kecamatan Juwana Agus Sujadi mengatakan, harga garam petani sudah dua tahun ini tidak pernah mengalami kenaikan. Padahal, garam ini adalah satu-satunya penghasilan warga Genengmulyo.

“Kalau harganya tidak bisa naik, yang rugi kan petani juga. Setidaknya ada kebijakan dari pemerintah agar harga garam ini bisa normal,” katanya.

Dia menambahkan, untuk harga garam bisa dikatakan normal apabila mencapai Rp 1.000 per kilogram. Dalam artian, dengan harga tersebut petani masih bisa mendapatkan keuntungan.

“Kalau harganya tidak bisa stabil, sementara produksi petani garam ini setiap musim, yang jelas garam semakin menumpuk. Karena kalau dijual dengan harga murah, petani lagi yang rugi,” imbuhnya.

Dirinya meminta agar pemerintah menetapkan harga batas bawah dan batas atas. Sehingga harga tetap bisa stabil dan tidak mudah dimainkan oleh oknum.

“Setidaknya ada patokan harga lah. Kalau tidak ada, ya bias seperti ini. Lagi-lagi petani yang rugi,” tutupnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...