Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Bidan di Kudus Diminta Optimalkan Peran Cegah Kematian Ibu dan Anak

Plt Bupati Kudus HM Hartopo membuka acara Muscab IBI Kudus, Jumat (18/3/20210. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Para bidan di Kabupaten Kudus diharapkan bisa mengoptimalkan perannya untuk mencegah angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di Kota Kretek.  Selain itu para bidan juga diminta untuk mencegah kemungkinan adanya kehamilan di luar nikah pada kalangan remaja berusia produktif.

“Era sekarang kan banyak yang tiba-tiba menikah lima bulan sudah melahirkan. Ini harus dicegah dan diberi sosialisasi penanganan yang benar supaya tidak terjadi kematian ibu maupun bayinya,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus HM Hartopo saat membuka Muscab Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kudus , Jumat (18/3/2021).

Para bidan, lanjut dia, juga dituntut untuk lebih proaktif di lingkungan sekitarnya. Terlebih jika ada ibu hamil maupun pasangan baru menikah yang membutuhkan edukasi terkait kandungan atau hal lainnya.

“Generasi-generasi muda juga diberi pemahaman reproduksi yang baik. Agar tidak melakukan pergaulan yang terlalu agresif, serta jangan lupa untuk turut menurunkan angka stunting di Kudus,” jelas dia.

Sementara Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Jawa Tengah Sumarsih pun mengajak para bidan di Kabupaten Kudus untuk membantu pemerintah menurunkan angka kematian ibu dan bayi.

Terlebih, kata dia, angka kasus tersebut hingga saat ini terbilang cukup tinggi. “Sehingga peran bidan di masyarakat harus dioptimalkan lagi,” ujar dia.

Anggota IBI Kabupaten Kudus Sri Wahyuni mengungkapkan, masing-masing bidan desa di Kabupaten Kudus punya progam khusus untuk memberikan edukasi pada masyarakat. Terutama untuk menurunkan angka kasus kematian ibu dan bayi.

“Termasuk di antaranya juga memberi edukasi kepada generasi muda agar tidak sampai hamil sebelum menikah,” jelas dia.

Sementara berdasar data Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, jumlah kasus kematian ibu melahirkan selama Januari hingga November 2019 mencapai 11 kasus. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun 2018 yang hanya 10 kasus.

Sementara jumlah kasus kematian bayi sepanjang bulan Januari hingga November 2019 mencapai 104 kasus. Lebih rendah dari tahun 2018 yang mencapai 112 kasus.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...