Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Banyak yang Jadi Orang Kaya Baru, Ganti Rugi Tol Solo-Yogya Enam Desa di Klaten Capai Rp 316,7 Miliar

Patok terkait rencana proyek jalan tol Solo-Jogja terpasang di wilayah Desa Mendak, Kecamatan Delanggu yang berbatasan dengan wilayah Kecamatan Polanharjo, Klaten, Senin (3/8/2020). (Solopos.com/Taufiq Sidik Prakoso)

MURIANEWS, Klaten – Sejumlah warga di enam desa yang berada di wilayah Kabupaten Klaten berubah status sebagai orang kaya baru. Itu terjadi setelah mereka menerima pembayaran uang ganti rugi (UGR) proyek Tol Solo-Yogya sebesar Rp 316,7 miliar untuk 368 bidang tanah.

Kepala Badan Pertahanan Nasional (BPN) Klaten, Agung Taufik Hidayat mengatakan di antara warga terdampak tol yang sudah memperoleh UGR tersebar di Kecamatan Polanharjo dan Kecamatan Delanggu.

Baca: Jadi Miliader Baru, Buruh Garmen di Klaten Terima Ganti Rugi Tol Solo-Yogya Sebesar Rp 2,5 Miliar

Warga tersebut berasal dari Sidoharjo (Polanharjo), Kahuman (Polanharjo), Polan (Polanharjo), Kapungan (Polanharjo), Mendak (Delanggu), dan Sidomulyo (Delanggu).

“Hingga sekarang, kami sudah mengumumkan 1.227 bidang di 14 desa di Klaten yang terdampak jalan tol. Dari jumlah itu, sudah dilakukan pembayaran senilai Rp 316,7 miliar di enam desa [368 bidang],” kata Agung Taufik Hidayat, kepada Solopos.com, Selasa (16/3/2021) lalu.

Agung Taufik Hidayat mengatakan tim pembebasan lahan akan terus menggelar musyawarah penetapan harga dengan diikuti pemberian UGR ke warga terdampak Tol Solo-Yogya. Saat ini, tim pembebasan lahan menggelar musyawarah penetapan UGR ke Keprabon (Polanharjo), Kranggan (Polanharjo), Glagahwangi (Polanharjo).

“Hasil dari musyawarah itu ditindaklanjuti dengan validasi data dan persetujuan pembayaran,” katanya.

Camat Polanharjo, Joko Handoyo, mengatakan total lahan terdampak tol di wilayahnya mencapai 730 bidang. Saat ini, musyawarah penetapan ganti rugi di Kecamatan Polanharjo menyisakan Glagahwangi.

“Ada desa yang sudah memperoleh UGR, seperti di Sidoharjo, Kahuman, Polan, Kapungan. Yang belum dibayar ada tiga, Desa Keprabon, Desa Kranggan, dan Desa Glagahwangi. Khusus Glagahwangi baru dilakukan musyawarah besok pagi,” katanya.

Kepala Desa (Kades) Kranggan, Gunawan Budi Utomo, mengatakan di desanya terdapat 131 bidang yang terdampak lahan Tol Solo-Yogya. Masing-masing warga sudah diberitahu terkait surat pemberitahuan nilai UGR.

“Kami berharap, semoga pelaksanaan musyawarah kali ini berjalan lancar,” katanya.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...