Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pandemi, Laba BUMD Apotek Pemda Kudus Mampu Lebihi Target

Seorang pembeli tengah menebus obat di Apotek Pemda Kudus. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Apotek Pemda Kudus mencatatkan laba yang cukup tinggi di masa pandemi corona yang sudah memasuki tahun pertamanya ini. Laba bahkan lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya.

Kepala Perusahaan Daerah (PD) Apotek Kudus Jasiran mengatakan, pada 2019 perolehan labanya hanya berkisar di Rp 30,5 juta. Sementara pada tahun 2020, laba di perusda tersebut bisa mencapai Rp 49,7 juta.

“Jumlah tersebut kami dapat setelah diaudit. Melampaui target laba yang dibebankan ke kami yakni sebesar Rp 45 juta,” katanya, Kamis (18/3/2021).

Jasiran mengatakan, pencapaian laba tersebut tak lepas dari strategi manajemen dalam memasarkan produk yang dimiliki. Efisiensi pegawai juga sempat dilakukan untuk memangkas biaya pengeluaran.

“Namun kami juga sempat mengalami penurunan karena ada perubahan aturan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Terlebih kini masing-masing rumah sakit bisa melakukan pengadaan obat-obatan sendiri,” ujarnya.

Oleh karena itu, pihaknya berupaya untuk bekerja sama dengan perusda lain milik Pemkab Kudus terkait pemenuhan obat para karyawannya. Selain itu, pihaknya juga berupaya untuk menggaet dokter praktik untuk menebuskan obatnya di Apotik Pemda.

“Kami juga menjadi mitra BPJS Kesehatan untuk penebusan obat yang belum tersedia di fasilitas kesehatan,” ungkap Jasiran.

Untuk terus mengikuti perkembangan zaman, pihaknya juga turut mengatur soal ketersediaan stok obat, hal tersebut dilakukan karena banyaknya jenis obat baru yang hadir. Sehingga stok obat juga harus selalu terbarukan mengikuti permintaan pasar.

“Pandemi ini, kebutuhan seperti masker, alat thermometer dan aneka obat-obatan lainnya sangat laku dan terjual cukup banyak hingga kami bisa mencapai target laba,” jelasnya.

Terkait kemungkinan adanya penambahan penyertaan modal daerah, PD Apotek Kudus masih belum membutuhkan. Hal tersebut dikarenakan pangsa pasarnya belum begitu besar.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...