Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Ketua PWI Jateng Tegaskan UU Pers Dibuat untuk Menjadikan Wartawan Bersikap Professional

Ketua PWI Jateng Amir Mahmud NS saat menjadi pembicara dalam sosialisasi UU Pers di Jepara. (MURIANEWS/Budi Erje)

MURIANEWS, Jepara – Munculnya platform digital dalam kehidupan, menyusul adanya tehnologi internet, membuka ruang komunikasi publik menjadi lebih terbuka. Ruang bagi masyarakat, baik secara individu maupun kelompok untuk berkomunikasi menjadi semakin tidak terbatas.

Salah satu dampak yang muncul adalah membuat dunia jurnalisme terpengaruh. Praktik-praktik ‘sesat’ jurnalistik bermunculan di masyarakat, dan mengganggu ruh jurnalistik yang sebenarnya.

Padahal, pada UU Nomor 40 Tahun 1998 atau yang lebih dikenal sebagai UU Pers, bersama dengan undang-undang yang lain, menjadi harapan dalam mengatur hal ini.

Untuk mengenalkannya, Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Jepara, menggelar kegiatan sosialisasi UU Pers ini. Kegiatan ini digelar Kamis (18/3/2021) di Aula Lantai 3 Gedung OPD Baru Jepara, dengan peserta dari masing-masing OPD (Organisasi Perangkat Daerah).

Dalam kesempatan ini dua orang narasumber dihadirkan, salah satunya adalah Amir Mahmud NS, Ketua PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Jawa Tengah.

Amir mengatakan, UU Pers yang dibuat pada masa euforia, ketika orde baru tumbang. Untuk saat ini, UU Pers memang harus diakui belum benar-benar bisa diterapkan secara maksimal. Namun, disaat jagad informasi yang berkembang saat ini, dikuasai para buzzer sehingga keberadaan UU Pers tetap menjadi penting.

Amir Mahmud NS, yang merupakan salah satu tokoh pers nasional ini, menyebutkan informasi yang diproduksi wartawan harus mencakup  akutabilitas, kepercayaan, dan disiplin verifikasi. Selain itu juga masih harus ditambahkan sebuah kecakapan berupa kompetensi etis, di dalam menjalankan professinya.

UU Pers sejatinya melindungi para wartawan di dalam melaksanakan tugas-tugas profesinya. Karena tugas wartawan adalah mencari sebuah kebenaran yang ada.

“Saya sering menggambarkan situasi yang ada dengan menggunakan analogi sepak bola. Wasit asal Inggris Jack Taylor bernah menyatakan, sepak bola akan menjadi indah jika wasit yang memimpin pertandingan tidak menjadi pusat perhatian, karena keputusan-keputusannya,” katanya.

“Semakin sedikit kartu yang dikeluarkan wasit, maka sebuah pertandingan sepak bola akan semakin indah. Pun demikianpula dalam urusan jurnalistik ini. Semakin sedikit komplain dan pelanggaran yang dilakukan para pelaku jurnalistik, maka sudah jelas kehidupan jurnalisme berjalan dengan baik. Begitu pula sebaliknya,” imbuh Amir.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Jepara, Arif Darmawan menyatakan, sosialiasi UU Pers merupakan sebuah kebutuhan bagi semua OPD di Kabupaten Jepara. Dengan memahami UU Pers ini, semua OPD diharapkan bisa mendapatkan kesiapan disaat harus berhadapan dengan para wartawan. Apalagi pada saat ini, banyak sekali pihak-pihak yang sering mengatasnamakan wartawan, hingga menimbulkan semacam ‘ketakutan’ saat menghadapinya.

“Kami kira, dengan memahami aturannya, kita bisa memberikan pelayanan yang baik dan proporsional. Sehingga sinergi antara pemerintah dan jurnalis bisa benar-benar diwujudkan dalam bentuk yang baik,” ujar Arif.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...