Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Tak Hanya Pedagang, Pembeli yang Transaksi di Zona Merah PKL Kudus Bisa Kena Denda Setengah Juta

Sejumlah PKL berjualan di Jalan Menur, yang kini telah menjadi zona merah PKL. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Peraturan Bupati (Perbup) Kudus Nomor 8 Tahun 2021 yang baru disahkan juga mengatur sanksi bagi pedagang kaki lima (PKL) yang nekat jualan di zona merah. Ternyata tak hanya pedagangnya yang bisa kena sanksi, pembelinya juga diancam denda.

Denda bagi penjual dan pembeli itu nilainya sebesar Rp 500 ribu. Aturan ini tertuang dalam pasal 26 ayat 3 Perbub Nomor 8 Tahun 2021.

“Baik PKL ataupun pembeli yang tertangkap tangan melakukan transaksi jual beli di zona merah, akan dikenakan denda sebesar Rp 500 ribu. Karena selama ini saat ditertibkan, PKL akan kembali lagi ketika masih ada pembelinya,” kata Kasi Pemberdayaan PKL Dinas Perdagangan Kudus, R Paulus Agung, Kamis (18/3/2021).

Selain sanksi tersebut, dalam perbup tersebut juga terdapat sanksi lain ketika para PKL masih menggunakan kawasan zona merah untuk berjualan. Mulai pencabutan tanda daftar usaha (TDU) PKL hingga penutupan sementara, penyegelan dan pembongkaran.

Di kawasan zona merah, lanjut dia, nantinya akan dipasang rambu-rambu penanda bahwa kawasan tersebut merupakan zona larangan berjualan PKL.

“Di bawah rambu juga ada keterangan, sanksi administrasi berupa denda kepada penjual ataupun pembeli tadi,” ucapnya.

Ia merincikan 24 lokasi yang menjadi kawasan zona merah PKL di Kudus. Antara lain, area city walk sisi selatan, seputaran Simpang Tujuh, Jalan Jendral Sudirman, Jalan Ahmad Yani, Jalan Mulya, Jalan R Agil Kusumadya (kecuali jalur lambat), Jalan dr Loekmono Hadi (kecuali depan rumah sakit), dan Jalan dr Ramelan.

Selain itu, ada juga di Jalan Sunan Muria, Jalan Gatot Subroto, Jalan Turaichan Adjuri, Jalan HM Subchan, Jalan Menur, Jalan Mejobo (dari perempatan Bejagan sampai pertigaan Mejobo), Jalan Agus Salim, Jalan Pemuda, jalan di kawasan Menara, Jalan Kantor Samsar ke utara, Jalan Gor Wergu Wetan, dan Jalan Mayor Basuno.

“Kemudian di Jalan Kudus-Jepara (dari timur sampai Perempatan Prambatan), Kawasan GOR kecuali area sport center dan Balai Jagong, dan Jalan Getas Pejaten khusus depan Museum Kretek,” rincinya.

Baca: Payung Hukum Zonasi PKL di Kudus Disahkan, Masih Tahap Sosialisasi

Meski demikian, sanksi tersebut akan berlaku setelah tahap sosialisasi selesai. Terlebih, saat ini Pemerintah Kabupaten Kudus tengah mengupayakan pemulihan ekonomi di masa pandemi.

“Biasanya juga di waktu-waktu tertentu seperti saat Ramadan itu kami beri kelonggaran. Tapi kalau di hari biasa tetap diperketat. Penerapan sanksi setelah nantinya sosialisasi, biar mengenal dulu. Setelah itu baru kewenangan penindakan ada di Satpol PP,” pungkasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...