Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Payung Hukum Zonasi PKL di Kudus Disahkan, Masih Tahap Sosialisasi

Pedagang kaki lima berjualan di kawasan Balai Jagong Kudus. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Peraturan Bupati (Perbup) Kudus Nomor 8 Tahun 2021 yang mengatur tentang zonasi pedagang kaki lima (PKL) telah ditandatangani. Perbup tersebut, mengatur tentang lokasi-lokasi di mana diperbolehkan untuk berjualan hingga lokasi larangan berjualan untuk para PKL.

Kepala Dinas Perdagaangan Kabupaten Kudus Sudiharti mengatakan, perbup tersebut telah disahkan dan ditandatangani Plt Bupati Kudus pada Senin (15/3/2021). Meski demikian, pemerintah akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu sebelum diterapkan.

“Kami sosialisasikan dulu, setelah itu baru penerapannya. Apalagi saat ini masa pandemi perekonomian masyarakat baru goyah dan ini juga baru tahap pemulihan ekonomi. Biar perekonomian mereka pulih dulu, saat pandemi mulai reda nanti baru penindakan,” katanya, Kamis (18/3/2021).

Kasi Pemberdayaan PKL Dinas Perdagangan Kudus R Paulus Agung menjelaskan, ada 24 titik zona merah yang diatur dalam perbup tersebut. Di mana, zona merah berarti lokasi larangan berjualan atau lokasi bersih dari PKL.

“Yang masuk zona merah itu seperti sisi selatan city walk, Jalan Menur, Simpang Tujuh, Jalan A Yani, Jalan Mulya, Jalan Sunan Muria, Jalan Dr Ramelan, Jalan Gatot Subroto, Jalan Pemuda, Jalan Agus Salim, Jalan Pemuda, Jalan Gor Wergu Wetan dan masih ada lokasi-lokasi lain,” ungkapnya.

Sementara pada zona kuning ada 26 lokasi, yang mengatur di mana para PKL diperbolehkan berjualan dalam kurun waktu pukul 16.00 WIB-24.00 WIB. Seperti Jalan Wachid Hasyim, Jalan Pangeran Puger, Jalan KHR Asnawi, Jalan Veteran, Jalan Sosrokartono, Jalan Bhakti, Kawasan Balai Jagong, dan sejumlah jalan lainnya.

“Khusus Jalan Mangga, itu yang biasa berjualan kue tradisional waktunya mulai pukul 03.00 WIB sampai 06.00 WIB. PKL sekolahan yang berada di zona kuning juga berbeda mulai 08.00 WIB sampai 13.00 WIB, saat car free day juga menjadi zona kuning di lokasi yang sudah ditentukan,” jelasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, ada enam titik yang menjadi zona hijau, di mana lokasi tersebut bisa dijadikaan lokasi permanen PKL.

Seperti, city walk sisi utara, Taman Bojana, Kawasan PKL Lentog Desa Tanjung Karang, pasar rakyat yang sebagian halamanya digunakan untuk PKL, Jalan Getas Pejaten (kecuali depan Museum Krerek), hingga lapak-lapak sentra PKL yang dibangun pemerintah.

“Yang di city walk sisi utara itu bergantian, pagi sampai sore PKL suvenir, aksesoris dan sejenisnya. Dan sore hingga malam itu PKL kuliner,” tandasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...