Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Dirut Perumda Aneka Usaha Jepara Akui Perusahaannya Tak Sehat

Kantor Perumda Aneka Usaha Jepara. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Jepara – Dua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jepara, masing-masing PDAM Jepara (Perumda Jung Para) dan Perumda Aneka Usaha Jepara, mendapatkan sorotan akhir-akhir ini. Hal ini tidak lepas dari alotnya pembahasan Ranperda Penyertaan Modal BUMD, di DPRD Jepara beberapa waktu lalu.

Meski akhirnya disetujui, proses persetujuan Ranperda tersebut memunculkan isu bahwa kondisi dua BUMD milik Jepara tersebut disebut-sebut tidak sehat. Lantas seperti apa faktanya?

Direktur Utama Perumda Aneka Usaha Jepara, Nur Cholis mengaku tidak menampik penilaian yang disampaikan sejumlah anggota DPRD Jepara tersebut. Pihaknya mengakui, untuk saat ini kondisi perusahaanya memang bisa disebut dalam kondisi tidak sehat.

Hal ini dimungkinkan jika didasarkan atas perbandingan modal yang sudah diberikan Pemkab Jepara dan hasil deviden yang mampu diberikan Perumda Aneka Usaha ke Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kalau didasarkan hal itu, kami memang mengakui perusahaan ini sedang dalam kondisi tidak sehat. Kami tidak akan menampik penilaian ini, karena kondisinya memang seperti itu. Justru itu, kami saat ini akan berusaha untuk memperbaikinya sehingga bisa menjadi lebih sehat lagi,” ujar Nur Cholis, Rabu (17/3/2021).

Penyertaan modal yang diberikan Pemkab Jepara ke Perumda Aneka Usaha, secara komulatif hingga saat ini mencapai Rp 16 miliar. Dengan penyertaan modal sebesar ini, idealnya Perumda sudah harus bisa memberikan deviden minimal sebesar kurang lebih Rp 750 juta.

Perhitungannya, modal Rp 16 miliar jika hanya disimpan di Bank, bisa menghasilkan bunga sebesar Rp 750 juta setiap tahunnya. Namun selama ini, Perumda baru bisa memberi deviden dalam kisaran Rp 100 juta sampai Rp 150 juta saja. Sehingga memang bisa dikatakan tidak sehat.

Tahun 2021 ini Perumda Aneka Usaha menargetkan bisa menyetorkan deviden sebesar Rp 180 juta. Jumlah ini lebih banyak dibandingkan setoran deviden yang diberikan Perumda Aneka Usaha pada 2020 lalu, yang hanya mencapai Rp 99 Juta.

Dengan beberapa rencana, untuk tahun 2021, Nur Cholis meyakini akan mampu menyetor deviden sebesar Rp 750 juta. Angka ini merupakan angka BEP (Break Even Point) jika didasarkan pada nilai modal yang sudah diterima Perumda Jepara.

“Kami optimistis, pada 2021 nanti sudah bisa menyetorkan deviden sekitar Rp750 juta. Angka ini angka impas atau BEP jika didasarkan nilai modal sebesar Rp 16 miliar itu. Mudah-mudahan kami bisa mencapainya,” tambah Nur Cholis.

Perumda Aneka Usaha Jepara sendiri saat ini memiliki asset sekitar Rp21 Miliar, yang terdiri dari bangunan dan kendaraan bermotor. Jumlah ini di luar nilai lahan yang dikelola seluas kurang lebih 98 hektare. Ada empat unit usaha yang saat ini dijalankan, masing-masing Percetakan- Perdagangan, Jasa Keuangan, Unit ESDM (Energi Sumber Daya Alam), dan Agre Bisnis. Rencana unggulan yang akan dilakukan adalah pengelolaan limbah PLTU Tanjung Jati B.

Rencananya akan dilakukan pengolahan limbah menjadi barang jadi, sehingga memiliki nilai jual lebih tinggi. Rencana ini sudah dirintis dengan menyiapkan kajian bisnisnya, sebelum direalisasikan.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...