Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Keterbatasan Anggaran, Vaksinasi Covid di Indonesia Bisa Sampai 2023

Ilustrasi. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Semarang – Proses vaksinasi di Indonesia diprediksi tak akan bisa selesai tahun ini. Untuk mencapai herd immunity sebagaimana rekomendasi WHO, maka Indonesia diperkirakan membutuhkan waktu hingga tahun 2023.

Sesuai rekomendasi dari WHO, untuk mencapai herd immunity maka 70 persen populasi sebuah negara harus sudah divaksin. Untuk Indonesia, harus mencapai 183 juta penduduk.

Namun untuk mencapai angka vaksinasi itu, menurut Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR RI, Ahmad Muzani, dinilai cukup berat. Ia mengatakan hingga saat ini vaksinasi di Indonesia baru menyasar 4 juta penduduk.

“Sekitar 2 juta penduduk sudah dua kali vaksin. Dan 2 juta lainnya baru sekali. Jumlah 4 juta itu masih terlalu jauh dibandingkan angka dari WHO 70 persen dari populasi itu atau sekitar 183 juta penduduk,” ujar Muzani seusai mengikuti acara silaturahmi dan gowes dengan pengusaha di Kota Semarang, Rabu (17/3/2021).

Muzani mengatakan memang harus diakui ada keterbatasan vaksin. Lantaran seluruh dunia sedang berlomba untuk mendapatkannya. Di sisi lain memang ada keterbatasan anggaran yang dimiliki pemerintah.

Untuk mempercepat proses vaksinasi, katanya, harus dilakukan langkah-langkah secara bersama agar segera menyelesaikan pandemi ini. Sebagaimana disampaikan WHO, vaksin belum bisa mencegah penularan Covid-19 100 persen.

“Namun, karena sampai saat ini belum ditemukan obat, maka vaksin menjadi pilihan terbaik. Sedangkan untuk pencegahan penularan Covid-19 yang terbaik adalah penerapan protokol kesehatan dengan tepat,” imbuhnya.

 

Reporter: Supriyadi
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...