Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pria di Kudus Ini Tak Segan Keluarkan Jutaan Rupiah Berburu Piringan Hitam Single Bonjovi

Radiya Wira Buwana menunjukkan koleksi piringan hitam, CD, dan kaset pita Bonjovi miliknya. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Mengagumi Bonjovi diwujudkan oleh Radiya Wira Buwana dengan cara mengoleksi piringan hitam Bonjovi. Saat ini dia memiliki 15 piringan hitam single Bonjovi yang saat ini masuk dalam kategori langka.

Keinginan Wira-sapaan akrabnya itu mengoleksi piringan hitam karena dirinya tahu single Bonjovi tidak akan pernah dirilis ulang untuk piringan hitam. Kecuali ada special edition.

Ditemui MURIANEWS di kediamannya yang berada di Perumahan Muria Indah, Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kudus, Wira menunjukkan puluhan piringan hitam single Bonjovi miliknya. Dia mulai mengoleksi piringan hitam sejak 2018.

“Awalnya kaset pita dulu saat masih SMA di 2001. Terus 2007 kan kaset pita enggak ada karena sudah merambah ke CD. Lalu pada 2018 saya mulai coba piringan hitam,” katanya, Rabu (17/3/2021).

Awal pertama membeli, Wira mendapatkan piringan hitam single Bonjovi berjudul Livin’ on a prayer. Pria kelahiran Jepara, 17 Januari 1987 itu membeli di e-Bay dengan harga dua dolar. Nominal itu belum termasuk ongkos kirim piringan hitam berukuran tujuh inch tersebut.

Sedangkan piringan hitam ke-15 yang dimilikinya berukuran 12 inch. Yakni single Bonjovi berjudul Runaway. Wira membelinya pada Maret 2020 silam dengan harga 25 dolar lewat e-Bay.

Untuk berburu piringan hitam, sejauh ini dia sudah menghabiskan sekitar Rp 5 sampai Rp 10 juta. Jumlah itu untuk 15 unit piringan hitam.

Menurutnya, piringan hitam yang dikoleksinya itu keseluruhannya merupakan single yang diciptakan oleh Bonjovi sebelum tahun 90-an. Saat ini Wira memiliki edisi terakhir single Bonjovi tahun 1989 berjudul Livin’ on a prayer. Piringan hitam itu bahkan saat ini belum pernah dibuka olehnya.

“Setelah tahun 1989 semua single dari Bonjovi berbentuk CD. Tidak ada lagi yang berupa piringan hitam,” ungkapnya.

Pria yang hobi membaca dan mendengarkan musik itu memang ingin mengoleksi piringan hitam Bonjovi. Sebab, single Bonjovi yang berbentuk piringan hitam hanya ada sebelum tahun 90-an.

Bahkan dia tak punya koleksi piringan hitam dari band lain selain Bonjovi. Selain sudah ngefans dengan Bonjovi sejak SMA, menurutnya mengoleksi piringan hitam merupakan sesuatu yang ekslusif.

“Saya punya misi mengumpulkan piringan hitam Bonjovi. Kalau media player untuk memutar piringan hitamnya saya tidak punya. Lebih ke mengoleksi saja. Karena untuk Kudus jarang ada kan yang ngoleksi piringan hitam. Jadi lebih eksklusif,” ujar dia.

Selain piringan hitam, Wira juga mengoleksi kaset pita Bonjovi. Totalnya ada 40 kaset. Untuk CD Bonjovi dia memiliki 50 unit.

“Kalau kaset pita sejauh ini sudah menghabiskan Rp 2 juta. Kalau CD kurang lebih sudah mengeluarkan uang Rp 10 juta,” terangnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...