Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Beli HP Milik Pelajar Pakai Uang Palsu, Pemuda di Blora Dibekuk Polisi

Polisi menunjukkan barang bukti berupa uang palsu yang digunakan untuk membeli HP. (MURIANEWS/Priyo)

MURIANEWS, Blora – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Blora berhasil mengamankan, AS (18), seorang pemuda warga Kecamatan Jepon Kabupaten Blora. AS ditangkap lantaran mengedarkan uang palsu.

Korbannya yakni seorang pelajar bernama Agus Amin Lungkar Sungkowo (16) warga Desa Sukorejo, Kecamatan Tunjungan, Blora. Aksi itu dilakukan pada hari Kamis (11/02/2021) lalu.

Modusnya dengan membeli HP milik korban menggunakan uang palsu senilai Rp 1.350.000. AS ditangkap setelah korban melaporkan kasus ini ke polisi.

“Modus tersangka dalam mengedarkan uang palsu adalah membeli HP dari korban dengan cara pembayaran dilakukan COD (cash on delivery),” kata Kapolres Blora AKBP Wiraga Dimas Tama, Rabu (17/3/2021).

Menurutnya, awalnya korban menawarkan HP dengan cara diposting di medsos Facebook. Pelaku lantas menghubungi nomor WA korban, dan terjadi tawar menawar hingga disepakati HP Samsung seharga Rp 1.350.000.

Pelaku dan korban kemudian janjian untuk COD di Jalan Raya Blora-Cepu tepatnya di depan Asrama Yonif 410/Alugoro turut Kelurahan Bangkle, Kecamatan Blora, Kamis (11/02/2021) sekitar pukul 21.50 WIB. Pelaku pun langsung membayar dan membawa HP tersebut pergi.

Keesokan harinya korban baru sadar ternyata uang yang diberikan tersangka untuk membayar HP ternyata palsu.

“Korban mencoba untuk menghubungi nomor HP pelaku, namun nomornya sudah diblokir, kemudian korban melaporkan kejadian tersebut Ke Polres Blora,” ujarnya.

Dari hasil penyelidikan, polisi berhasil mengendus keberadaan pelaku dan menangkapnya. Dari penangkapan itu polisi mengemankan sejumlah uang palsu dengan pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu. Polisi juga mengamankan HP yang dijual korban.

“Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya tersebut tersangka dijerat Pasal 245 KUHP Subsider pasal 26 ayat (3) UURI Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara,” pungkasnya.

 

Kontributor: Priyo
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...