Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Soal Konser Musik Kembali Diizinkan, Disbudpar Kudus: Nanti Dulu, Belum Ada Surat Resmi

PAMMI Kudus saat beraudiensi dengan Disbudpar Kudus. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus –  Para seniman musik di Kabupaten Kudus menyambut baik rencana pemerintah yang akan kembali mengizinkan konser musik di masa pandemi. Meski demikian, pemerintah daerah setempat belum mengeluarkan kebijakan baru mengenai pembatasan keramaian.

Diketahui, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno beberapa waktu lalu menyebut Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mendukung penuh pelaksanaan kegiatan masyarakat, berupa even musik hingga pekan olahraga.

Kepala Disbudpar Kudus Bergas Catursasi Penanggungan mengatakan, pihaknya tetap masih berpedoman dengan Perbup Nomor 41 Tahun 2020. Pasalnya, hingga sekarang belum ada petunjuk secara tertulis yang mengizinkan keramaian seperti sebelumnya.

“Petunjuk birokrasi tertulis belum ada. Jadi nanti dulu, masih mengikuti yang ada di Perbup 41. Tapi jika itu sudah turun sampai ke daerah, ya kami menyesuaikan,” katanya, Selasa (16/3/2021).

Menurutnya, saat pandemi agar roda perekonomian tetap berjalan, protokol kesehatan ketat harus diterapkan. Dan melakukan pembatasan pada kegiatan-kegiatan yang mengundang kerumunan.

“Kalau konser dilakukan secara full daring tidak ada masalah. Karena tidak ada penonton yang bisa menimbulkan kerumunan,” ujarnya

Semenyata Ketua Persatuan Artis Musik Melayu Indonesia (PAMMI) Kudus Sony Sumarsono menyatakan menyambut baik rencana pemerintah kembali mengizinkan konser musik. Namun menurutnya, saat ini pihaknya juga masih memedomani peraturan yang ada di Kudus, yakni Perbub Nomor 41 Tahun 2020.

Di mana dalam perbup tersebut, pekerja seni bisa menggelar kegiatan musik dengan sejumlah pembatasan dan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

“Di Kudus belum ada surat secara resmi, kondisi tiap wilayah juga berbeda-beda. Jadi kami tetap mengacu pada Perbup Nomor 41  dan pengurus serta pekerja seni lain juga kami beri arahan agar prokes bisa dijalankan secara ketat,” katanya usai menggelar pertemuan dengan Disbudpar Kudus, Selasa (16/3/2021)

Penyelenggara pun, lanjut dia, harus memberikan surat pemberitahuan kepada pemerintah desa, pemerintah kecamatan hingga polsek setempat. Begitu juga dengan tamu undangan yang hadir harus dengan pembatasan.

“Jadi jangan sampai terkesan yang membuat kerumunan itu hiburan musik. Selain menggelar musik, pemilik hajat harus sering diimbau agar tamu tak terlalu banyak dan waktunya pun dibatasi. Tamu undangan juga sementara tidak boleh menyumbang lagu ataupun joget ramai-ramai,” ucapnya.

Pihaknya juga akan meminta informasi  dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus tentang zonasi Covid -19 yang ada di Kudus. Supaya anggotanya tahu di mana wilayah yang masuk zonasi merah, oranye, kuning, ataupun hijau.

“Kalau ada main di zonasi yang masih merah jangan dulu, jangan dilanggar. Teman-teman kami beri pengertian seperti itu. Tetap harus mematuhi peraturan yang ada,” tegasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...