Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Disayangkan Banyak Generasi Muda Tinggalkan Budaya Lokal, Harus Ada Strategi Baru

Dosen bahasa dan sastra Indonesia UMK Mohammad Kanzunnudin menyampaikan materi terkait budaya lokal. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Di tengah perkembangan teknologi, banyak generasi muda yang mulai terpengaruh dengan budaya-budaya dari luar. Seperti banyaknya generasi muda yang mengidolakan musik asal Korea.

Bahkan, zaman sekarang pun generasi muda banyak yang menyesuaikan penampilan layaknya penampilan seperti di Korea.

Hal tersebut disayangkan oleh dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muria Kudus (UMK) Mohammad Kanzunnudin, saat menjadi salah seorang pemateri di Sarasehan Budaya dengan tema Pelestarian Warisan Budaya Nasional di Era Pandemi Covid -19.

“Generasi muda sekarang suka dengan boy band. Jangan hanya dilihat dari sisi musik bisa meluas menyerang budaya negara,” katanya, di RM Saung Rakyat Indah, Selasa (16/3/2021).

Menurutnya hal tersebut bisa menyerang sisi ideologi generasi muda sekarang yang berkiblat dengan budaya luar negeri. Padahal generasi muda kelak, akan menjadi penerus pemimpin bangsa.

“Secara industri atau dagang misalnya. Pengaruh konsumtif mendatangkan produk dari Korea misal pakaian hingga makanan itu bisa membuat atribut budaya luar ke Indonesia,” ucapnya.

Menurutnya, kearifan budaya lokal bisa dikemas dengan menyesuaikan selera masing-masing tingkat, dengan memanfaatkan perkembangan teknologi seperti media digital hingga media sosial.

“Ini penting, harus ada strategi agar tidak dikuasai oleh budaya luar. Sehingga generasi muda tidak terlalu terkontaminasi dengan budaya dan ideologi luar negeri,” jelasnya.

Sementara Kabid Kebudayaan Disbudpar Kudus menjelaskan, masa kini memang masa transisi di mana mengenalkan kearifan budaya lokal harus dengan berbagai cara. Agar, semua kalangan bisa menerima dan tanpa mengurangi rasa hormat kepada yang lebih tua.

“Mengangkat kearifan budaya lokal di setiap desa dengan sajian kekinian memang menjadi cara yang tepat agar generasi muda tidak meninggalkan budaya lokal begitu saja,” ujarnya

Ketua PWI Kudus Saiful Annas menyatakan, Kampung Budaya Piji Wetan bisa dijadikan sebagai percontohan. Di mana di kampung tersebut mengemas kearifan lokal namun tersaji dengan menyesuaikan tren masa kini.

“Kearifan lokal seperti ajaran Sunan Muria, di kampung itu disajikan dengan kekinian. Jadi semua kalangan, dari generasi tua dan generasi muda bisa paham,” ungkapnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...